Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

TPA YPIS Basmala Gubug Jadi Sekolah Penggerak Pertama di Indonesia

Sirojul Munir • Rabu, 4 Maret 2026 | 14:06 WIB

BERMAIN SAMBIL BELAJAR: Siswa SD Tahfid Basmala sedang lakukan peningkatan konsentrasi dengan bermain sambil belajar.
BERMAIN SAMBIL BELAJAR: Siswa SD Tahfid Basmala sedang lakukan peningkatan konsentrasi dengan bermain sambil belajar.

GROBOGAN – Terobosan membanggakan lahir dari Kabupaten Grobogan. Taman Penitipan Anak (TPA) di bawah naungan Yayasan Pendidikan Islam (YPIS) Basmala Gubug resmi menyandang predikat sebagai TPA Sekolah Penggerak pertama dan satu-satunya di Indonesia pada 2023.

Ketua Yayasan YPIS Basmala Gubug, Zuzun Nurwahidah, menuturkan capaian tersebut diraih melalui proses seleksi ketat kepala sekolah Sekolah Penggerak.

“Alhamdulillah, kami menjadi satu-satunya TPA di Indonesia yang lolos sebagai Sekolah Penggerak tahun 2023. Saya hanya bismillah mengikuti seleksi kepala sekolah, dan ternyata Allah mudahkan,” ujarnya.

Predikat Sekolah Penggerak menjadi tonggak penting bagi TPA YPIS Basmala Gubug. Lembaga ini dinilai berhasil mengintegrasikan pendidikan, pengasuhan, serta penguatan karakter dalam satu sistem pembelajaran terpadu.

Setiap hari, aktivitas dimulai pukul 07.00 WIB dengan jurnal pagi. Anak-anak diberi ruang meluapkan isi pikiran dan perasaannya melalui bercerita atau menggambar.

“Dari jam tujuh sampai jam delapan anak-anak bebas mengekspresikan apa yang ada di benaknya. Ini penting untuk membangun kepercayaan diri dan emosi yang sehat,” jelas Zuzun istri Misbahul Munir pembina PKBM Basmalah di Kecamatan Gubug

Selanjutnya, pembelajaran di kelas diawali doa bersama dan penanaman program karakter. YPIS memiliki buku panduan pendidikan karakter sebagai pegangan guru.

Memasuki pukul 09.00 WIB, materi tematik diberikan sesuai konteks. Saat Ramadan, tema pembelajaran tentang Ramadan. Ketika musim hujan dan banjir datang, anak-anak diajak belajar tentang lingkungan dan kebencanaan hingga pukul 10.00 WIB.

Kegiatan dilanjutkan pilot training dan mengaji hingga pukul 11.30 WIB. Setelah itu, istirahat makan siang hingga pukul 14.00 WIB, disertai persiapan mandi bagi anak-anak kecil.

Sore harinya, ada pembelajaran sorogan. Untuk siswa SD yang mondok, ditambah literasi membaca. Selepas salat asar berjamaah, anak boleh dijemput hingga maksimal pukul 16.00 WIB.

Kolaborasi Pengasuhan dan Pesantren

Meski sebagian orang tua menghendaki layanan berbayar penuh, YPIS tetap mengedepankan prinsip kolaborasi dan toleransi.

“Kalau ada keterlambatan karena macet, kami toleransi. Kami juga punya pesantren dengan lima pengasuh. Ada kakak musrifah yang menginap untuk mendampingi kegiatan TPA,” paparnya.

YPIS Basmala juga memfasilitasi pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C yang terhubung dengan Pondok Pesantren Al Mansyur Desa Curug, Kecamatan Tegowanu asuhan KH Mahyan. Kegiatan biasanya digelar Sabtu-Ahad.

Anak-anak yang bekerja pada hari biasa diwajibkan sekolah pada hari Ahad. Jika tidak hadir, ada sanksi denda agar kedisiplinan terjaga. Semua layanan kesetaraan diberikan gratis.

Layanan Terpadu dari PAUD hingga SD

Di bawah YPIS, terdapat sejumlah unit pendidikan, antara lain TPA Permata Bangsa, KB Permata, TK Basmalah, SD Tahfidz Basmalah, dan Madrasah Diniyah Tatmiliyatul Basmalah.

Untuk pendidikan keagamaan, TPQ dan Madin berkoordinasi dengan Kementerian Agama.

Sejak 2010, YPIS Basmala telah dilirik Kementerian Sosial melalui program Taman Anak Sejahtera (Tamasya). Kini, pada 2026, YPIS masuk dalam program TPA Prima Kemensos—dari 20 lembaga penerima secara nasional.

“Program Tamasya sangat membantu kegiatan parenting. Orang tua lebih banyak terlibat,” katanya.

Tak hanya itu, kerja sama dengan Dinas Kesehatan dan puskesmas Gubug memungkinkan siswa memperoleh vaksinasi, vitamin A, serta layanan kesehatan rutin setiap enam bulan.

Layanan ini terbuka bagi siswa dari Gubug, Tegowanu, Mranggen, Kebonagung, dan wilayah lainnya.

Prestasi Akademik dan Nonakademik

Perkembangan lembaga turut diiringi prestasi. Di tingkat kecamatan, siswa meraih Harapan I, juara dua sepak bola, serta juara dua lomba bahasa ibu geguritan.

Di tingkat kabupaten, ada juara tiga tenis meja dan partisipasi renang Popda.

Dua guru YPIS menjadi Guru Penggerak pada 2024. Sebelumnya, pada 2019, Pembina YPIS Basmlah Misbahul Munir meraih juara satu PKBM tingkat Kabupaten.

Zuzun sendiri pernah menjadi juara dua Abdi Nyata Pengelolaan PAUD Terbaik 2022.

SD Tahfidz Basmalah yang berdiri Maret 2010 lalu kini memiliki 256 siswa dari kelas I hingga VI.

Kelas I terdiri dari tiga rombongan belajar, sementara kelas II hingga VI masing-masing dua kelas. Tahun 2026, izin formal SD resmi terbit setelah sebelumnya berstatus kesetaraan A.

Selain itu, Yayasan ini juga mempunya Cabang di Desa Tambakan,  Kecamatan Tegowanu KB Permata menampung 103 siswa dengan empat guru.

Peserta didik tak hanya dari Tambakan, tetapi juga Desa Tlogorejo, Pepe, dan desa sekitar.

Jadwal pembelajaran dimulai pukul 07.00 WIB dan pulang pukul 11.00 WIB dan dapat melanjutkan ke TPQ.

Kembangkan Usaha Mandiri

Menariknya, YPIS juga mengembangkan usaha batik dan fashion. Seragam sekolah dijahit sendiri melalui unit tailor, sementara motif batik khas digagas bersama wali murid.

Upaya ini sekaligus memperkuat kesejahteraan sosial lingkungan sekitar.

Ke depan, YPIS berencana membuka Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Tambakan untuk memperluas layanan pendidikan berkelanjutan sejak dini.

“Mohon doa, agar anak-anak tidak ambyar. Kami ingin pendidikan dari usia dini sampai dasar tetap satu visi, membangun karakter,” pungkas Zuzun.

Dengan predikat TPA Sekolah Penggerak pertama di Indonesia, YPIS Gubug menegaskan bahwa lembaga berbasis pengasuhan pun mampu menjadi pionir perubahan pendidikan nasional.(mun)

 

Editor : Ali Mustofa
#Yayasan Basmala #Pendidikan Karakter Anak #tempat penitipan anak #sekolah penggerak #prestasi sekolah