Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Bangkit dari Kerugian, Perumdam Purwa Tirta Dharma Cetak Laba Beruntun

Sirojul Munir • Rabu, 4 Maret 2026 | 13:27 WIB

BERIKAN LAYANAN - Direktur Perumdam Purwa Tirta Dharma Myra Heltyani terjun ke bawah untuk memastikan aliran air sampai ke pelanggan dengan lancar.
BERIKAN LAYANAN - Direktur Perumdam Purwa Tirta Dharma Myra Heltyani terjun ke bawah untuk memastikan aliran air sampai ke pelanggan dengan lancar.

GROBOGAN – Perumdam Purwa Tirta Dharma Kabupaten Grobogan menunjukkan tren kebangkitan signifikan dalam lima tahun terakhir.

Di bawah kepemimpinan Direktur Hj. Myra Heltyani, perusahaan daerah air minum itu berhasil membalikkan kondisi dari rugi miliaran rupiah menjadi laba yang terus meningkat hingga 2026.

Dalam laporan kinerja direktur tahun 2021–2025, Myra memaparkan perkembangan laba rugi perusahaan sejak 2020.

Saat itu, Perumdam masih mencatat kerugian sebesar Rp 1,22 miliar. Kerugian memang masih terjadi pada 2021 sebesar Rp 598 juta, namun nilainya menyusut hampir separuh dibanding tahun sebelumnya.

”Tahun 2022 menjadi titik balik. Kami mulai membukukan laba Rp 477 juta,” terang Myra.

Tren positif itu berlanjut. Pada 2023, laba melonjak menjadi Rp 1,54 miliar. Tahun 2024 naik lagi menjadi Rp 1,60 miliar.

Bahkan pada 2025 tercatat Rp 1,89 miliar, dan per 2026 rencana target Rp 2 miliar.

Menurut Myra, capaian tersebut merupakan hasil pembenahan manajemen, efisiensi operasional, serta peningkatan layanan pelanggan.

“Kami fokus pada penguatan internal dan optimalisasi pendapatan,” ujarnya.

Tak hanya mencetak laba, manajemen juga berhasil menekan akumulasi kerugian masa lalu.

Pada 2020, akumulasi kerugian tercatat Rp 5,5 miliar dan per 2026, sisa akumulasi kerugian tinggal Rp 2  miliar.

“Target kami adalah menuntaskan beban kerugian masa lalu agar perusahaan benar-benar sehat,” tegasnya.

Upaya penyehatan juga terlihat dari penurunan hutang usaha. Pada 2020, hutang usaha mencapai Rp 6,72 miliar sampai Tahun 2026 tersisa Rp 1,82 miliar.

Nilai Kinerja Meningkat

Kinerja Perumdam juga mendapat pengakuan dari hasil evaluasi BPKP Provinsi Jawa Tengah berdasarkan indikator Kementerian PUPR. Nilai evaluasi meningkat konsisten dari 2,86 pada 2020 menjadi 3,20 pada 2024.

Capaian tersebut menandakan perbaikan tata kelola dan performa layanan perusahaan daerah tersebut.

Manajemen juga memperhatikan kesejahteraan pegawai. Sejak 2022, seragam kantor diadakan rutin setiap tahun. Mulai 2023 diberikan insentif pekerjaan.

Pada Januari 2025, perusahaan mulai memberikan program Pemberian Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). Bahkan tunjangan istri dan anak yang sebelumnya belum diterima sebagian karyawan kini sudah diberikan secara menyeluruh.

“Karyawan adalah aset utama. Kalau mereka sejahtera, pelayanan kepada masyarakat juga optimal,” katanya.(mun)

 

Editor : Ali Mustofa
#bumd air minum #laba perusahaan #pdam grobogan