GROBOGAN – Kecelakaan maut terjadi di perlintasan sebidang kereta api manual Desa Medani, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, Selasa (25/2/2026) sekitar pukul 23.05 WIB.
Sebuah mobil Daihatsu Sigra bernomor polisi AB 1266 NH tertabrak KA 31 Pandalungan relasi Surabaya–Gambir yang melintas dari arah timur ke barat.
Tiga orang di dalam mobil tersebut meninggal dunia di lokasi kejadian.
Peristiwa nahas itu terjadi di KM 24 +/- 8/9 petak jalur Gubug–Tegowanu.
Kereta yang terlibat merupakan rangkaian 12 kereta dengan total beban sekitar 532 ton, ditarik lokomotif CC 2061356.
Benturan keras membuat mobil berwarna silver metalik tersebut terpental dan terseret kurang lebih 50 meter dari titik tabrak.
Kapolsek Tegowanu, AKP Setyo Budi Waluyo membenarkan kejadian tersebut.
Laporan masuk ke Polsek Tegowanu sekitar pukul 23.15 WIB, beberapa menit setelah insiden terjadi.
Kronologi bermula saat petugas perlintasan mengetahui akan ada kereta melintas dan segera menutup portal pintu perlintasan manual sisi selatan.
"Namun secara tiba-tiba mobil melaju dari arah utara menuju selatan dan tetap melintasi rel. Diduga pengemudi kurang berhati-hati sehingga tabrakan dengan kereta yang sedang melaju tidak dapat dihindari," ungkapnya.
Diketahui, tiga korban yang berada di dalam mobil seluruhnya warga Kabupaten Jepara.
Pengemudi berinisial EP (41), warga Desa Bantrung, Kecamatan Batealit.
Dua penumpang masing-masing berinisial HPS (34), warga Desa Pengkol, Kecamatan Jepara, serta MR (41), warga Desa Balungan, Kecamatan Pakis Aji. Ketiganya dinyatakan meninggal dunia.
"Akibat kejadian tersebut, kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 100 juta karena kendaraan mengalami kerusakan berat. Serta pada rangkaian kereta dilaporkan lampu kabut pecah serta terdengar suara kebocoran angin, namun perjalanan tetap dapat dilanjutkan sesuai prosedur keselamatan," imbuhnya.
Pihaknya mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat melintasi perlintasan sebidang, terutama yang masih dijaga manual, dengan memastikan kondisi benar-benar aman sebelum menyeberang rel kereta api. (int)
Editor : Ali Mustofa