Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

45 Desa dan 9.736 KK Terdampak Banjir di Grobogan, Ini Rinciannya

Sirojul Munir • Selasa, 17 Februari 2026 | 18:55 WIB
TERENDAM BANJIR – Jalan Mintreng Demak – Godong terputus dan tidak bisa dilewati karena terendam banjir setinggi 50 centimeter, Selasa (17/2)
TERENDAM BANJIR – Jalan Mintreng Demak – Godong terputus dan tidak bisa dilewati karena terendam banjir setinggi 50 centimeter, Selasa (17/2)

GROBOGAN – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Kabupaten Grobogan sejak Minggu malam (15/2) hingga Senin dini hari (16/2) mengakibatkan banjir besar di sejumlah kecamatan.

Banjir tersebut dipicu curah hujan tinggi mulai pukul 21.00 WIB hingga 05.00 WIB, banjir juga diperparah kiriman air dari hulu Sungai Glugu, Sungai Jajar, Sungai Tuntang, serta Sungai Lusi.

Kepala Pelaksana BPBD Grobogan, Wahyu Tridarmawanto, dalam laporannya menyampaikan bahwa banjir terjadi pada Senin (16/2/2026) sekitar pukul 02.00 WIB.

Meluapnya aliran sungai menyebabkan air menggenangi permukiman warga, lahan persawahan, hingga akses jalan utama.

”Data BPBD mencatat sebanyak 9.736 kepala keluarga (KK) terdampak di 45 desa yang tersebar di 11 kecamatan. Ada satu rumah dilaporkan rusak berat,” kata Wahyu Tri Darmawanto.

TINGGIKAN TANGGUL - Petugas gabungan memperkuat tanggul sungai menggunakan kantong berisi pasir di Desa Gubug, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Senin (16/2)
TINGGIKAN TANGGUL - Petugas gabungan memperkuat tanggul sungai menggunakan kantong berisi pasir di Desa Gubug, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Senin (16/2)

Selain itu, juga menyebabkan beberapa titik tanggul dilaporkan jebol. Diantaranya di tanggul Sungai Cabean di Desa Tajemsari, Kecamatan Tegowanu, Sungai Jajar Baru di Dusun Krasak dan Dusun Klampisan, Desa Mojoagung, Kecamatan Karangrayung (masing-masing sepanjang 15 meter) dan Sungai Jratun di Dusun Mbaru, Desa Kebonagung, Kecamatan Tegowanu

”Wilayah terdampak terluas ada di  Kecamatan Kedungjati, Tegowanu, Gubug, Purwodadi, Karangrayung, Geyer, Toroh, Pulokulon, Penawangan, Godong, dan Tawangharjo,” ujarnya.

Sedangkan di Kecamatan Purwodadi, genangan cukup tinggi terjadi di Kelurahan Kalongan, khususnya Perumahan Permata Hijau dengan ketinggian air mencapai sekitar satu meter dan 1.180 KK terdampak.

Sementara di Desa Cingkrong, Kecamatan Purwodadi, total 2.416 KK terdampak dengan ketinggian air bervariasi antara 10–50 cm. Kecamatan Godong, Desa Tinanding mencatat 557 KK terdampak akibat jebolan tanggul Sungai Tuntang.

Selain permukiman, sekitar 130 hektare sawah dengan tanaman padi siap panen turut terendam. Di Kecamatan Toroh, sedikitnya 429 KK terdampak di beberapa desa, termasuk Katong, Sugihan, Depok, Boloh, dan Tunggak.

BPBD bersama TNI, Polri, relawan, dan pemerintah desa bergerak cepat melakukan berbagai langkah penanganan.

Diantaranya evakuasi warga di Tambirejo (Toroh), Kalongan dan Jalan Tentara Pelajar (Purwodadi), Tinanding (Godong), serta Cingkrong.  Penyaluran bantuan logistik di Kecamatan Gubug, Tegowanu, Kedungjati, Kalongan, dan Purwodadi.

Selanjutnya kerja bakti peninggian tanggul Sungai Tuntang di Desa Trisari dan Desa Gubug dan evakuasi penumpang bus di jalur Purwodadi–Semarang, tepatnya di Desa Tinanding.

”Untuk kondisi saat ini sebagian besar wilayah mulai berangsur surut. Namun, genangan masih terpantau di sejumlah desa di Kecamatan Purwodadi, Toroh, Tegowanu, Penawangan, Godong, Gubug, dan Tawangharjo,” terang dia.

Wahyu menambahkan, BPBD terus memantau elevasi Sungai Lusi dan Sungai Serang di beberapa titik bendung, serta berkoordinasi dengan seluruh pihak guna mengantisipasi potensi banjir susulan.

“Kami terus melakukan pemantauan dan penanganan. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan luapan sungai,” tegas Wahyu . (mun)

 

Editor : Mahendra Aditya
#kabupaten grobogan #tanggul jebol akibat curah hujan tinggi #banjir grobogan #Jalan putus akibat banjir