GROBOGAN- KAI Daop 4 Semarang menginformasikan bahwa jalur hulu di KM 32+5/7 pada petak antara Stasiun Gubug dan Stasiun Karangjati kini sudah dapat dilalui kembali oleh perjalanan kereta api dengan kecepatan terbatas 20 kilometer per jam, mulai pukul 16.11 WIB.
Sebelumnya, pada pukul 11.43 WIB, jalur tersebut sempat ditutup sementara akibat genangan air yang menutupi rel dan berpotensi membahayakan perjalanan kereta api. Penutupan dilakukan sebagai langkah antisipatif demi memastikan keselamatan operasional.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menjelaskan bahwa jalur dapat kembali dioperasikan setelah ketinggian air berangsur menurun dan tim prasarana melakukan serangkaian pengecekan menyeluruh di lokasi.
“Setelah dilakukan pemeriksaan intensif dan dipastikan aman untuk dilalui, jalur hulu di KM 32+5/7 kini sudah bisa digunakan kembali dengan pembatasan kecepatan 20 km per jam,” ujarnya.
Tim prasarana KAI Daop 4 Semarang terus bersiaga di lapangan dengan memantau debit air serta memeriksa kondisi rel, bantalan, hingga konstruksi jembatan guna menjamin keamanan jalur.
Sejumlah material juga telah dikerahkan, seperti batu ballast (kricak), pasir, bantalan rel, dan besi untuk memperkuat jalur serta mengatasi dampak luapan air di titik terdampak.
Penerapan kecepatan terbatas dilakukan sebagai langkah kehati-hatian sambil menunggu kondisi benar-benar normal.
KAI memastikan keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap pengambilan keputusan operasional.
KAI Daop 4 Semarang menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi serta mengapresiasi kesabaran dan pengertian seluruh pelanggan selama proses penanganan berlangsung. (int)
Editor : Mahendra Aditya