GROBOGAN – Proses penjualan air Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Purwa Tirta Dharma Grobogan ke PT Pungkok untuk kebutuhan air bersih sesuai dengan regulasi.
Penjualan ke PT Pungkok tersebut sesuai dengan kesepakatan dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS).
Direktur Utama Perumdam Purwa Tirta Dharma Grobogan Myra Heltyani mengungkapkan, penjualan air bersih ke PT Pungkok berasal kerja sama itu tersebut berawal dari kebutuhan mendesak PT Pungkook akan air bersih bagi para karyawannya. Dari kerjasama tersebut dilakukan kerjasama kedua belah pihak dengan PKS antar perusahaan
”Kerjasama itu kesepakatan antar perusahaan hingga untuk tata cara pembelian. Kami pastikan sistem pembayarannya transparan karena langsung masuk ke rekening resmi Perumdam,” kata Myra Heltyani.
Dikatakan, dalam kerja sama tersebut merupakan bentuk peran BUMD dalam mendukung iklim investasi daerah.
Menurutnya adanya kekhawatiran masyarakat soal ketersediaan debit air, pihaknya telah melakukan kajian mendalam bersama bagian teknik sebelum memutuskan untuk menyuplai sektor industri.
Dalam distribusi ditopang oleh IPA (Instalasi Pengolahan Air) Sambak yang beroperasi maksimal di angka 190 liter per detik (Lpd) untuk melayani wilayah Kota Purwodadi, Danyang, dan Nambuhan.
”Jadi tentang penjualan ke PT Pungkok tidak pengaruhi untuk pemenuhan suplai air ke pelanggan,” terang dia.
Selain itu, PDAM Groogan juga telah operasikan IPA Lusi untuk menyuplai wilayah Kuripan hingga Getasrejo meskipun menghadapi kendala kualitas air baku yang fluktuatif.
Dimana dalam pengelolaan IPA Lusi harus bekerja ekstra karena kualitas air bakunya sering berubah cepat.
”Kami terus berupaya maksimal, mulai dari pencucian reservoar hingga pemantauan kualitas air secara intensif agar tetap sesuai standar,” terang dia.
Terpisah, Kabag Hubungan Langganan Perumdam Purwa Tirta Dharma Grobogan Eko Supriyanto menambahkan, untuk menangani tentang keluhan pelanggan tim teknis di lapangan terus bergerak cepat untuk pelanggan dalam sepekan terakhir.
”Kendala penyaluran aliran kecil di Plendungan, Kalongan, hingga Kandangan telah berhasil diurai,” terang dia.
Editor : Mahendra Aditya