GROBOGAN – PC Fatayat NU Kabupaten Grobogan kini segera memiliki gedung sendiri.
Hal itu ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan Gedung PC Fatayat NU Grobogan di Kecamatan Menduran, Kecamatan Brati, Minggu (11/1).
Momentum tersebut menjadi tonggak penting bagi organisasi perempuan muda Nahdlatul Ulama di Kabupaten Grobogan dalam memperkuat peran dan kemandirian organisasi.
Sebelum prosesi peletakan batu pertama dimulai, acara diawali dengan doa bersama yang diikuti jajaran pengurus serta anggota Fatayat NU Grobogan.
Suasana khidmat terasa saat doa dipanjatkan sebagai ikhtiar agar proses pembangunan berjalan lancar dan membawa manfaat luas bagi masyarakat.
Pembangunan gedung PC Fatayat NU Grobogan direncanakan berdiri di atas lahan seluas 12 x 23 meter. Gedung tersebut akan dibangun dua lantai dan ditargetkan selesai dalam waktu satu tahun. Peletakan batu pertama dilakukan oleh tokoh masyarakat setempat bersama Ketua PC Fatayat NU Grobogan, Umi Mubarokah, didampingi Sekretaris Mansata Indah Maratona.
Ketua PC Fatayat NU Grobogan, Umi Mubarokah, menyampaikan bahwa peletakan batu pertama ini menjadi penanda dimulainya pembangunan gedung secara resmi. Ia berharap proses pembangunan dapat berjalan sesuai rencana dan target waktu yang telah ditetapkan.
“Setelah peletakan batu pertama ini, pembangunan gedung PC Fatayat NU Grobogan resmi dimulai. Kami menargetkan pembangunan bisa cepat selesai. Insyaallah bisa,” ujar Umi Mubarokah.
Menurutnya, gedung dua lantai tersebut tidak hanya akan difungsikan sebagai pusat kegiatan organisasi, tetapi juga diharapkan memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. Lantai satu, rencananya akan dimanfaatkan sebagai sekolah Taman Kanak-kanak atau Taman Pendidikan untuk mendukung dunia pendidikan sejak usia dini.Lantai dua untuk kantor organisasi.
“Harapan kami, dengan adanya gedung PC Fatayat NU ini, bisa bermanfaat untuk lingkungan sekitar dan mendukung berbagai kegiatan sosial, pendidikan, serta keagamaan lainnya,” imbuhnya.
Untuk pembangunan gedung dua lantai tersebut, dibutuhkan anggaran sekitar Rp 2,3 miliar. Dana pembangunan sebagian besar berasal dari iuran anggota Fatayat NU Grobogan. Selain itu, dana pembebasan lahan juga dihimpun dari iuran anggota selama enam bulan setelah launching Harlah Fatayat pada tahun 2025.
Tak hanya mengandalkan iuran anggota, pihaknya juga membuka kesempatan bagi para donatur. Dana yang berasal dari donatur agniya nantinya akan diikat dengan sertifikat wakaf sebagai bentuk kejelasan dan keberkahan pemanfaatan dana.
“Kami juga membuat sertifikat wakaf dari para donatur agniya untuk pengumpulan dana selain dari anggota. Saat ini dana yang sudah terkumpul sekitar Rp 300 juta. Insyaallah bisa melunasi kebutuhan pembangunan secara bertahap,” pungkasnya. (mun)
Editor : Mahendra Aditya