GROBOGAN – Sebanyak 25 santri dari ratusan santri Ponpes Miftahul Huda Desa Ngroto, Kecamatan Gubug dilarikan ke rumah sakit karena diduga keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG), Sabtu (10/1). Puluhan santri ini mengalami gejala diare, pusing dan badan lemas.
Korban keracunan dibawa kerumah mulai sejak pukul 12.00 sampao 16.00 WIB hingga sampai sore. Keracunan makanan mulai dirasakan santri usai menyantap MBG pada Jumat pagi (9/1). Kemudian pada malam harinya ada santri mulai merasa gejala pusing, lemas dan diare. Pagi harinya dilarikan ke Puskesmas Gubug, Puskesmas Kedungjati, RSUD Ki Ageng Getas Pendowo dan RSUD R Soedjati Purwodadi.
”Data semenatara yang masuk ke RS Ki Ageng Getas Pendowo ada 25 korban. Saat ini baru tahap pemulihan,” kata Direktur RS Ki Ageng Getas Pendowo Agus Budi Harjono.
Dari sample keracunan MBG, Dinas Kesehatan Grobogan akan melakukan pendataan dan mencari fakta di lapangan. Mulai dari sample makanan, muntahan dari korban. Barang bukti tersebut akan dikoordinasikan dengan Polres Grobogan.
”Menu yang dimakan MBG santri Ponpes ada nasi kuning , telur dan abon. Kita sudah ambil samplenya. Itu barang abon dari mana, telur dari mana dan nasi dari mana,” ujarnya.
Sementara itu, untuk hasil dari pemeriksaan tersebut diperiksa di labolatorium. Sedangkan hasilnya akan menunggu .
”Hasilnya akan dipublis semua hasilnya,” terang dia.
Terkait dengan korban lainya yang dilarikan ke RS baru dari Ponpes. Sedangkan dari sekolah SD dan yang lainya belum ada. Gejala yang dialami oleh santri alami lemas, diare dan pusing.
”Kita antisipasi agar tidak terjadi agar tidak ada parah dan sesak berikan pertolongan pertama. RS kami sudah penuh dan korban lainya di rawat di RSUD R Soedjati Purwodadi,” tandasnya.
Berdasarkan data UPTD Korwil Pendidikan, jumlah siswa dan guru yang tidak masuk sekolah karena sakit cukup signifikan. Di SD 2 Trisari tercatat 24 siswa absen. SD 1 Trisari mencatat 30 siswa dan 3 guru tidak masuk. SD Glapan melaporkan 13 siswa dan 1 guru sakit.
Sementara itu, SD 1 Penadaran melaporkan 57 siswa dan 3 guru tidak masuk sekolah, ditambah 3 wali murid yang ikut terdampak. Di SD 3 Penadaran, sebanyak 40 siswa tidak masuk, dengan 26 di antaranya izin sakit. Tiga guru juga tidak masuk, dua di antaranya izin. Sedangkan di SD 2 Penadaran, 28 siswa dan 4 guru tercatat izin tidak masuk sekolah.
Dari laporan Puskesmas Gubug 2, dampak paling besar terjadi di lingkungan Pondok Pesantren Ngroto. Di SMK Miftahul Huda, sebanyak 35 santri putri dan 17 santri putra mengalami keluhan. Sementara di SMP Miftahul Huda, tercatat 116 santri putra dan 92 santri putri mengalami kondisi serupa.
Penyebab sementara diduga berasal dari MBG yang diberikan pada Jumat, 9 Januari, yang disuplai oleh SPPG Kuwaron. Dugaan tersebut masih dalam proses pendalaman oleh pihak terkait. (mun)
Editor : Zainal Abidin RK