GROBOGAN – Upaya Pemkab Grobogan untuk menghadirkan sistem transportasi yang aman dan modern terus dimatangkan.
Kali ini, Grobogan membidik peluang hibah internasional dari Pemerintah Korea Selatan melalui The 2026 K-City Network Global Cooperation Competition, sebuah program kompetitif yang mendorong kolaborasi global dalam pengembangan Smart City.
Melalui skema tersebut, Pemkab Grobogan berencana mengajukan proyek Smart Traffic Safety, sebuah konsep keselamatan lalu lintas berbasis teknologi cerdas yang dirancang untuk menekan angka kecelakaan sekaligus meningkatkan kenyamanan dan keamanan masyarakat saat beraktivitas di jalan raya.
Kepala Bapperida Grobogan, Afi Wildani, menjelaskan bahwa proyek tersebut akan disiapkan secara kolaboratif bersama mitra teknologi asal Korea Selatan, Beomho IT.
Penyusunan proposal dilakukan setelah adanya kesepakatan formal antara kedua belah pihak sebagai dasar kerja sama.
“Proposal Smart Traffic Safety tidak kami susun sendiri. Setelah MoU atau letter of intent antara Pemkab Grobogan dan Beomho IT ditandatangani, baru kami menyusun proposal secara bersama-sama. Dengan skema ini, konsep yang diajukan akan lebih matang, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan daerah maupun persyaratan program hibah,” kata Afi.
Ia menuturkan, proyek Smart Traffic Safety dirancang sebagai sistem terintegrasi yang menggabungkan berbagai teknologi modern.
Di antaranya pemasangan radar dan kamera pengawas di lokasi rawan kecelakaan yang dilengkapi sistem peringatan dini secara real time, sehingga potensi pelanggaran maupun risiko kecelakaan dapat terdeteksi lebih awal.
Selain itu, Pemkab Grobogan juga merancang pengembangan penerangan jalan umum menggunakan lampu LED cerdas yang lebih efisien dan adaptif terhadap kondisi lingkungan.
Tak kalah penting, konsep smart intersection juga menjadi bagian dari proyek tersebut. Sistem ini mengintegrasikan radar dan kamera pengawas di persimpangan maupun bundaran dengan kepadatan lalu lintas tinggi, khususnya di kawasan pusat kota.
Melalui pengolahan data berbasis kecerdasan buatan, sistem ini diharapkan mampu membantu pengaturan arus kendaraan secara lebih presisi dan responsif.
Menurut Afi, konsep yang diusulkan Grobogan masih tergolong baru di tingkat daerah, terutama dalam konteks pengajuan melalui program K-City Network Global Cooperation Competition.
"Kalaupun di daerah lain sudah ada penerapan teknologi serupa, belum banyak yang diajukan melalui skema hibah K-City Network. Ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi Grobogan,” ujarnya.
Optimistis Pemkab Grobogan juga didukung oleh ketersediaan data kecelakaan lalu lintas yang dinilai relevan dan berpotensi memenuhi persyaratan program.
Selain itu, Grobogan sejak 2021 telah ditetapkan sebagai salah satu daerah smart city oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, sehingga pengembangan sistem cerdas menjadi agenda berkelanjutan yang harus terus didorong.
Sedangkan Sekretaris Daerah Grobogan, Anang Armunanto, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari kebijakan strategis daerah dalam menjawab tantangan keselamatan transportasi di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat. Ia menyebut pemanfaatan teknologi cerdas sebagai kebutuhan, bukan lagi pilihan.
“Keselamatan lalu lintas adalah prioritas kebijakan Pemkab Grobogan. Karena itu, kami mendorong seluruh perangkat daerah terkait untuk serius menyiapkan data dukung, kajian teknis, dan langkah lanjutan agar peluang hibah ini bisa dimanfaatkan secara maksimal,” tegas Anang.
Menurut Sekda, proyek Smart Traffic Safety bukan semata proyek teknologi, melainkan instrumen kebijakan publik yang berdampak langsung pada perlindungan masyarakat.
Ia menilai kolaborasi internasional dengan Korea Selatan menjadi peluang strategis untuk mempercepat transformasi sistem transportasi daerah.
“Program ini bersifat kompetitif. Kuncinya ada pada kecepatan, ketepatan, dan soliditas koordinasi sejak awal. Jika berhasil, dampaknya bukan hanya pada modernisasi infrastruktur, tetapi pada penurunan risiko kecelakaan dan peningkatan kualitas layanan publik,” ujarnya.
Pemkab Grobogan berharap, partisipasi dalam The 2026 K-City Network Global Cooperation Competition dapat menjadi pintu masuk bagi penguatan kolaborasi internasional yang berkelanjutan.
Lebih dari itu, proyek Smart Traffic Safety diharapkan mampu menghadirkan wajah baru transportasi Grobogan yang lebih aman, tertib, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi masa depan. (int)
Editor : Mahendra Aditya