Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Paket Wisata Mandek, Destinasi Wisata Gua Lawa dan Macan di Grobogan Ikut Lesu

Intan Maylani Sabrina • Jumat, 26 Desember 2025 | 21:34 WIB
SARANA PENUNJANG: Warga saat naik transportasi menuju Gua Lawa dan Gua Macan. Dua Lokasi Wisata hanya Dapat Rp 50 Juta. (INTAN MAYLANI SABRINA/RADAR KUDUS)
SARANA PENUNJANG: Warga saat naik transportasi menuju Gua Lawa dan Gua Macan. Dua Lokasi Wisata hanya Dapat Rp 50 Juta. (INTAN MAYLANI SABRINA/RADAR KUDUS)

GROBOGAN – Sektor pariwisata di Kabupaten Grobogan masih belum mampu menjadi penopang signifikan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dari dua objek wisata unggulan yang dikelola pemerintah daerah, yakni Bledug Kuwu serta Gua Lawa dan Macan, kontribusi pendapatan masih tergolong minim.

Bahkan, destinasi Gua Lawa dan Macan, realisasi PAD hingga akhir tahun ini belum menyentuh separuh target.

Kepala UPTD Pengelola Objek Wisata Disporabudpar Grobogan, Nanik Widyastuti, mengungkapkan bahwa kunjungan wisatawan ke Gua Lawa dan Macan yang berada di Desa Sedayu, Kecamatan Grobogan, mengalami kelesuan cukup parah sepanjang 2025.

“PAD belum sampai 50 persen. Dari Januari sampai November 2025, jumlah pengunjung baru 664 orang,” ungkap Nanik.

Ia menyebut, salah satu penyebab utama sepinya wisatawan adalah akses jalan menuju lokasi yang belum memadai.

Kondisi jalan yang sempit, licin, serta memiliki medan curam membuat wisatawan enggan berkunjung, terutama rombongan besar.

“Akses ke lokasi sempit, licin dan curam. Ini menjadi kendala utama dalam pengembangan wisata Gua Lawa dan Macan,” jelasnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pihaknya telah mengusulkan perbaikan infrastruktur jalan dalam APBD Kabupaten Grobogan Tahun Anggaran 2026.

Usulan tersebut mencakup pelebaran jalan sepanjang 2,4 kilometer menuju lokasi wisata.

“Harapannya, dengan akses yang lebih lebar dan nyaman, minat wisatawan untuk datang bisa meningkat,” imbuhnya.

Tak hanya soal akses, minimnya promosi dan paket wisata terpadu juga dinilai menjadi faktor turunnya jumlah kunjungan.

Paket wisata yang sebelumnya menghubungkan Jati Pohon Indah (JPI), Gua Lawa dan Macan, serta Air Terjun Gulingan, kini nyaris tak terdengar.

“Dulu ada paket wisata dari JPI ke Gua Lawa dan Macan, bahkan ke Air Terjun Gulingan. Sekarang sudah sepi, jadi Gua Lawa dan Macan ikut terkena imbasnya,” keluh Nanik.

Meski demikian, Disporabudpar Grobogan tetap optimistis geliat wisata akan kembali bangkit pada tahun depan.

Pihaknya berencana melakukan promosi mandiri secara lebih masif dengan menggandeng forum pengelola destinasi wisata, menyusun paket wisata satu kawasan, serta melakukan audiensi ke sekolah-sekolah dan wilayah sekitar.

“Ke depan kami akan lebih gencar promosi, terutama dengan membangun paket destinasi dalam satu area agar lebih menarik bagi wisatawan,” pungkasnya. (int)

Editor : Ali Mustofa
#grobogan #gua lawa gua macan