GROBOGAN – Sebanyak 159 mahasiswa yang terdiri dari 139 mahasiswa Prodi Keperawatan program sarjana dan 20 mahasiswa Prodi Kebidanan program sarjana Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas An Nuur (UNAN) Purwodadi resmi mengucapkan Janji Kepaniteraan tahun 2025.
Rektor UNAN Purwodadi, Dr. Rosdiana, SKM., M.Kes, menegaskan bahwa ucap janji kepaniteraan bukan sekadar seremoni akademik, melainkan gerbang awal pembentukan karakter profesional sebelum mahasiswa terjun langsung ke dunia praktik klinik di rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan.
“Ucap janji ini adalah simbol komitmen moral dan etika. Mahasiswa tidak hanya dituntut cakap secara akademik, tetapi juga harus memiliki empati, tanggung jawab, serta menjunjung tinggi profesionalisme,” tegasnya.
Menurut Dr. Rosdiana, nilai-nilai keperawatan dan kebidanan seperti pelayanan tanpa pamrih, kejujuran, kerendahan hati, serta kepedulian terhadap pasien harus menjadi landasan utama dalam setiap tindakan selama praktik klinik.
Kepada mahasiswa semester 3 yang akan menjalani praktik di berbagai rumah sakit di Kabupaten Grobogan, ia berpesan agar senantiasa menjaga sikap, disiplin, dan nama baik almamater.
“Kalian tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga membawa nama besar Universitas An Nuur Purwodadi,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya membangun komunikasi yang baik dengan pembimbing, sesama tenaga kesehatan, serta pasien.
Sementara itu, Sekretaris Yayasan An-Nuur Purwodadi, Sardo Sitompul, menyampaikan pesan khusus kepada mahasiswa laki-laki di bidang keperawatan. Ia menegaskan bahwa kepedulian dalam dunia kesehatan tidak mengenal gender.
“Kalian adalah representasi kekuatan, ketenangan, dan ketegasan. Di tengah profesi yang didominasi perempuan, kehadiran kalian menjadi bukti bahwa kepedulian tidak memiliki gender,” ungkapnya.
Ia mendorong perawat laki-laki untuk mampu menjadi pelindung dalam situasi krisis, penyejuk di tengah tekanan, sekaligus teladan dalam kedisiplinan dan profesionalisme.
“Tegakkan kehormatan diri dan profesi dengan sikap santun, komitmen, serta jiwa kepemimpinan,” pesannya.
Tak hanya itu, Sardo juga menitipkan pesan kepada mahasiswa perempuan. Menurutnya, perempuan memiliki peran penting sebagai penjaga nurani dalam pelayanan kesehatan.
“Kalian adalah simbol kehalusan hati, kekuatan batin, dan kepekaan nurani,” imbuhnya.
Ia berpesan agar mahasiswa perempuan menjadi perawat yang lembut namun tegas, serta bidan yang mampu menenangkan ibu dan bayi pada momen-momen paling krusial.
“Jadilah tenaga kesehatan yang selalu membawa senyum, doa, dan kedamaian. Ingat, kekuatan terbesar seorang perempuan adalah ketulusan hati,” tuturnya.
Selain itu, Kabid SDM Kesehatan (SDMK) Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan, Yeni Maryanti, menegaskan bahwa janji kepaniteraan bukan sekadar formalitas, melainkan komitmen nyata dalam menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, etika profesi, dan tanggung jawab pelayanan.
“Tantangan dunia kesehatan ke depan semakin kompleks. Dibutuhkan tenaga kesehatan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berintegritas dan memiliki empati tinggi,” jelasnya.
Yenny menambahkan, Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan senantiasa membuka ruang kerja sama dengan UNAN Purwodadi dalam rangka meningkatkan mutu sumber daya manusia kesehatan dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Sekali lagi kami ucapkan selamat dan sukses bagi mahasiswa Keperawatan dan Kebidanan,” pungkasnya. (int)
Editor : Ali Mustofa