GROBOGAN – Desa Kalimaro, Kecamatan Kedungjati, Grobogan diproyeksikan menjadi pusat baru ketahanan pangan.
TNI bersama pemerintah merencanakan pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) yang ditargetkan mulai direalisasikan pada tahun 2026 mendatang.
Rencana strategis ini merupakan bagian dari program nasional ketahanan pangan yang sejalan dengan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto, yang menempatkan sektor pangan sebagai prioritas utama pembangunan.
Kabupaten Grobogan dipilih karena dikenal sebagai daerah agraris dengan potensi lahan pertanian yang luas serta sumber daya masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai petani.
Sebagai tahapan awal, sejumlah unsur TNI, pemerintah daerah, Perhutani, pihak kecamatan, hingga perangkat desa telah melakukan koordinasi intensif dan pengecekan langsung kondisi lahan yang akan digunakan untuk pembangunan Yon TP.
Lokasi yang direncanakan berada di lahan milik Perhutani dengan luas sekitar 170 hektar, jauh melampaui ketentuan minimal pengajuan pembangunan Yon TP yang hanya 50 hektar.
Dandim 0717/Grobogan, Letkol Inf Wefri Sandiyanto, menjelaskan bahwa pengajuan pembangunan Yon TP di Grobogan kini telah memasuki tahap lanjutan, yakni pengecekan dan verifikasi lahan di lapangan.
Ia menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk terus menggandeng seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah daerah, Perhutani, maupun unsur masyarakat, agar rencana pembangunan dapat berjalan lancar dan sesuai target.
"Yon TP yang akan dibangun di Desa Kalimaro nantinya diproyeksikan dihuni sekitar 1.000 personel TNI. Personel tersebut akan terbagi dalam beberapa kompi fungsional, meliputi kompi pertanian, peternakan, medis, serta konstruksi," paparnya.
Keberadaan kompi-kompi tersebut diharapkan mampu memberikan dampak langsung bagi percepatan pembangunan wilayah, khususnya di sektor pangan dan infrastruktur desa.
"Selain menjalankan tugas pertahanan teritorial, Yon TP juga dirancang untuk berperan aktif dalam pendampingan petani, pengelolaan lahan pertanian, pengembangan peternakan, hingga peningkatan kualitas kesehatan masyarakat desa," imbuhnya.
Program ini diyakini dapat membuka peluang ekonomi baru serta menciptakan perputaran ekonomi di wilayah sekitar.
Sedangkan, Tokoh masyarakat Desa Kalimaro, Masrokhan, menyambut positif rencana pembangunan Yon TP tersebut.
Menurutnya, kehadiran Yon TP sangat relevan dengan kondisi sosial ekonomi warga yang mayoritas menggantungkan hidup dari sektor pertanian.
Ia berharap pembangunan Yon TP dapat segera direalisasikan agar manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat, terutama dalam peningkatan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi desa.
Dengan hadirnya Yon TP di Desa Kalimaro, Kabupaten Grobogan diharapkan semakin mengukuhkan perannya sebagai lumbung pangan strategis, tidak hanya di tingkat Jawa Tengah, tetapi juga nasional. (int)
Editor : Ali Mustofa