GROBOGAN - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali disalurkan di Posyandu Karangjati, Desa Putatsari, Kecamatan Grobogan pada Senin (15/12).
Namun, meski distribusi datang lebih pagi, menu yang dibagikan justru tak tersentuh. Trauma pascadugaan keracunan sebelumnya masih membekas pada anak-anak penerima manfaat.
Menu tumis labu siam, tahu, dan telur yang disiapkan pagi hari sekitar pukul 10.00 itu dipilih sebagian anak untuk tidak dikonsumsi.
Sejumlah orang tua mengaku anak-anak mereka belum berani kembali menyantap makanan basah.
“Menunya sudah datang pagi, tumis labu siam, tahu, dan telur. Tapi tidak dimakan, anak-anak masih trauma,” tutur Risna, salah satu orang tua.
Menurut Risna, rasa takut itu belum sepenuhnya hilang. Bahkan, di rumahnya pada Senin (15/12) terdapat tiga anak penerima MBG yang sama-sama menolak makanan dari posyandu.
“Kebetulan ada anak saudara juga yang di rumah. Masih takut semua. Belum berani makan makanan basah lagi,” ujarnya.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Grobogan dr Djatmiko mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan langsung di lapangan.
Tim kesehatan dan Kecamatan Grobogan kembali diterjunkan untuk memastikan keamanan distribusi sekaligus memantau respons masyarakat pasca kejadian.
Ia menjelaskan, evaluasi utama difokuskan pada pola pendistribusian MBG ke posyandu kategori B3—Balita, ibu hamil (bumil), dan ibu menyusui (busui)—yang dinilai lebih menantang dibandingkan distribusi ke sekolah.
“Kalau B3 kan tempatnya menyebar, tidak seperti sekolah yang satu titik,” jelas dr Djatmiko.
Selain distribusi, Dinkes juga mengevaluasi tata kelola penyimpanan sampel makanan. Sesuai prosedur, sampel MBG seharusnya disimpan selama 2x24 jam sebagai langkah antisipasi apabila terjadi kejadian luar biasa.
“Kemarin sampel makanan yang belum 2x24 jam sudah dibuang. Ini juga menjadi bahan evaluasi,” tegasnya.
Dinkes berharap, evaluasi menyeluruh ini dapat memperbaiki pelaksanaan MBG ke depan, sekaligus secara perlahan memulihkan kepercayaan masyarakat agar program tetap berjalan aman dan tepat sasaran. (int)
Editor : Mahendra Aditya