Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

MBG Dongkrak Pemenuhan Kalori Warga, BPS Grobogan: Bantu Tekan Kemiskinan 2025

Intan Maylani Sabrina • Selasa, 2 Desember 2025 | 23:24 WIB
FORUM: Media Gathering yang bertempat di Hotel Kyriad Grand Master Purwodadi.
FORUM: Media Gathering yang bertempat di Hotel Kyriad Grand Master Purwodadi.

GROBOGAN- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mendapat sorotan positif setelah Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Grobogan merilis data terbaru kemiskinan 2025.

Kepala BPS Grobogan, Anang Sarwoto, menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan kalori yang disokong MBG berkontribusi langsung pada menurunnya angka kemiskinan di daerah.

Data BPS menunjukkan persentase penduduk miskin Grobogan pada Maret 2025 berada di angka 10,63 persen, atau sekitar 148,1 ribu jiwa. Angka ini turun 0,80 poin dari tahun sebelumnya dan setara penurunan sekitar 10,9 ribu orang miskin dibandingkan Maret 2024.

“Jika kita bicara kemiskinan makro, standar utama yang digunakan adalah basic needs approach, yakni kemampuan memenuhi kebutuhan dasar, terutama makanan setara 2.100 kilokalori per kapita per hari. MBG secara langsung membantu pemenuhan kebutuhan kalori ini,” jelas Anang.

Ia menambahkan, pemenuhan kebutuhan dasar makanan berpengaruh kuat terhadap perbaikan tiga indikator kemiskinan makro: persentase penduduk miskin (P0), kedalaman kemiskinan (P1), dan keparahan kemiskinan (P2).

“Semakin terpenuhi kebutuhan kalori, semakin kecil selisih pengeluaran penduduk miskin dengan garis kemiskinan,” ujarnya.

Garis Kemiskinan Grobogan Tahun 2025 tercatat berada pada angka Rp 526.238 per kapita per bulan.

Dengan meningkatnya pemenuhan konsumsi harian lewat program seperti MBG, banyak rumah tangga yang sebelumnya berada di bawah garis ini kini bergerak mendekat atau berhasil melampauinya.

BPS juga mencatat tren jangka panjang yang konsisten. Di mana grafik jumlah penduduk miskin Grobogan dari 2006 hingga 2025 menunjukkan penurunan signifikan.

Sejak 2021, tren penurunan terlihat semakin stabil seiring berbagai program intervensi sosial, termasuk bantuan pangan, pemberdayaan ekonomi, dan penyediaan layanan dasar.

Menurut Anang, dampak MBG tak hanya dirasakan secara langsung oleh rumah tangga penerima manfaat, tetapi juga tercermin pada indikator makro yang dihitung BPS setiap tahun.

“MBG menjadi salah satu instrumen yang memperkuat fondasi pemenuhan kebutuhan dasar. Ketika konsumsi masyarakat meningkat, daya beli dan kesejahteraan pun ikut naik. Ini efektif menurunkan kemiskinan secara statistik,” tegasnya.

Dengan capaian tersebut, Grobogan tercatat lebih baik dari tren provinsi. Pada periode yang sama, persentase penduduk miskin Jawa Tengah mencapai 9,47 persen, turun 1 poin dari 2024, namun penurunan Grobogan berada di bawah rata-rata garis tren jangka panjangnya.

Anang menegaskan bahwa keberlanjutan program pangan seperti MBG akan sangat menentukan pencapaian target kemiskinan tahun-tahun berikutnya.

“Jika program berjalan konsisten dan tepat sasaran, kami optimistis kemiskinan Grobogan bisa ditekan lebih cepat,” pungkasnya. (int)

Editor : Zainal Abidin RK
#grobogan #BPS