Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Wartek Inflasi Grobogan Diserbu Warga, Harga Sembako Jauh di Bawah Pasar

Intan Maylani Sabrina • Selasa, 18 November 2025 | 21:22 WIB
WARTEK INFLASI: Warga saat memborong paket sembako di Wartek Inflasi.
WARTEK INFLASI: Warga saat memborong paket sembako di Wartek Inflasi.

GROBOGAN– Wartek Inflasi kembali digelar Disperindag Grobogan di kawasan Pusat Kuliner Purwodadi dan langsung diserbu warga sejak pagi.

Program pasar murah ini terus menjadi andalan pemerintah daerah untuk menekan inflasi sekaligus memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia dengan harga terjangkau.

Kabid Perdagangan Disperindag Grobogan, Christina Setyaningsih, mengatakan Wartek Inflasi memang dihadirkan sebagai cara cepat menjaga stabilitas pangan.

Pada gelaran kali ini, pasokan yang disediakan lebih besar, terutama untuk komoditas yang paling banyak dicari warga.

Beras menjadi komoditas yang paling diburu. Beras SPHP dijual Rp 57 ribu per 5 kilogram, sementara beras premium dilepas Rp 74.500 per 5 kilogram—harga yang lebih rendah dari pasar namun tetap sesuai HET.

Total beras yang disiapkan mencapai 5 kuintal atau sekitar 100 paket.

Selain itu, minyak goreng kemasan 500 ml dijual Rp 15 ribu dan gula pasir satu kilogram juga Rp 15 ribu. Stok minyak tersedia 72 botol, sedangkan gula 50 paket.

Program ini terlaksana melalui kerja sama Disperindag, Bulog, dan BKK.

BKK melayani penjualan sembako dalam bentuk paket, sementara masyarakat tetap dapat membeli secara eceran jika hanya membutuhkan salah satu komoditas.

Wartek Inflasi juga menawarkan promo tambahan melalui aplikasi Kamoe.

Pembeli yang melakukan transaksi lewat aplikasi dapat memperoleh potongan harga untuk paket beras, minyak, dan gula. Paket senilai Rp 87.500 menjadi hanya Rp 79.500.

Dengan harga miring, pasokan memadai, dan akses yang semakin mudah, Wartek Inflasi kembali menjadi solusi efektif pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga serta meringankan beban masyarakat di tengah naik-turunnya harga kebutuhan pokok.

Sedangkan, Asosiasi Pasar Tani juga ikut berpartisipasi, membawa telur, minyak, gula, serta berbagai produk UMKM lokal dengan harga diskon.

Christina mengatakan selama tahun ini Wartek Inflasi baru digelar tiga kali. Satu kegiatan lagi akan dilaksanakan pada Desember.

Ia berharap tahun depan program ini bisa berjalan lebih sering, minimal sebulan sekali agar dampaknya terasa lebih kuat bagi masyarakat.

Di tengah ramainya antrean, salah satu warga Plendungan, Nur Indah, ikut berburu sembako murah. Ia mengaku baru pertama kali datang ke Wartek Inflasi setelah mendapatkan informasi dari arisan ibu-ibu di lingkungannya.

“Ternyata harganya jauh lebih terjangkau. Saya bisa dapat sepaket lengkap dan lumayan menghemat,” ujarnya.

Sebagai pedagang bubur, ia merasakan langsung manfaat harga murah untuk kebutuhan usaha hariannya.

“Kalau bisa sering-sering ada begini, sangat membantu pedagang kecil seperti saya,” tambahnya. (int)

Editor : Ali Mustofa
#grobogan #SPHP #Beras sphp