GROBOGAN – Kabupaten Grobogan kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat Jawa Tengah. Daerah ini berhasil meraih juara pertama Investment Challenge 2025, ajang yang menjadi bagian dari Central Java Investment Business Forum (CJIBF).
Grobogan mengungguli sejumlah daerah lain melalui proposal unggulan berjudul “Pemanfaatan Limbah Pertanian menjadi Biomassa”, yang dinilai paling prospektif dan selaras dengan arah pembangunan ekonomi hijau berkelanjutan.
Kepala Bappeda Grobogan Afi Wildani, melalui Kabid Prasarana dan Ekonomi Candra Yulia Pasha, menyampaikan bahwa capaian ini menjadi bukti potensi besar Grobogan dalam pengembangan energi terbarukan.
“Alhamdulillah, Grobogan berhasil meraih juara pertama Investment Challenge 2025. Proposal yang kami ajukan mendapat fasilitasi dari Bank Indonesia dan kini sudah ditawarkan kepada calon investor,” ujarnya.
Menurut Candra, Bank Indonesia (BI) selaku penyelenggara CJIBF tidak hanya memfasilitasi penyusunan proposal, tetapi juga memberikan dukungan promosi lanjutan.
Proposal Grobogan telah disebarkan kepada sejumlah calon investor dan menjadi bagian dari sesi one-on-one meeting pada forum CJIBF yang berlangsung di Semarang.
“Selain memfasilitasi kompetisi, BI juga membantu promosi investasi daerah. Ini peluang besar agar investor tertarik masuk ke Grobogan, terutama di sektor biomassa yang memanfaatkan limbah pertanian,” tambahnya.
Tahun ini, CJIBF berhasil menggaet 34 pelaku usaha yang berkomitmen menanamkan modal di Jawa Tengah dengan nilai investasi mencapai Rp 5 triliun. Seluruh pelaku usaha telah menandatangani nota kesepahaman dan tengah menindaklanjuti kerja sama dengan daerah tujuan investasi.
Forum tahunan ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, dengan tema “Promoting Central Java’s Investment Opportunity in Renewable Energy and Downstream Food Industry.”
Tema tersebut mencerminkan fokus Jawa Tengah pada ekonomi hijau dan berkelanjutan, khususnya di sektor energi baru terbarukan dan industri hilir pangan.
Sebanyak 34 pelaku usaha dijadwalkan melakukan one-on-one meeting dengan para bupati dan wali kota guna membahas tindak lanjut investasi. Bidang yang diminati meliputi hilirisasi pertanian, perikanan, energi terbarukan, pengolahan sampah, hingga industri pariwisata.
Selain Grobogan sebagai juara pertama, posisi kedua diraih Kabupaten Demak dengan proposal Pengolahan Sampah menjadi RDF (Refuse Derived Fuel), juara ketiga Kabupaten Brebes dengan Pergudangan dan Industri Pengolahan Garam, serta juara keempat Kabupaten Pati dengan Pengolahan Sampah menjadi RDF (Refuse Derived Fuel).
Dengan kemenangan ini, Grobogan kini semakin diperhitungkan sebagai daerah potensial untuk investasi energi biomassa dan ekonomi hijau.
Pemerintah daerah optimistis prestasi ini akan membuka pintu bagi masuknya investor strategis, menciptakan lapangan kerja baru, serta memperkuat pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di wilayah Grobogan. (int)
Editor : Mahendra Aditya