Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tanggul Sungai Jajar Grobogan Jebol, Lima Hektare Sawah di Mojoagung Terendam

Intan Maylani Sabrina • Sabtu, 1 November 2025 | 18:57 WIB
MENGGENANG: Air yang masuk ke persawahan akibat jebolnya tanggul Sungai Jajar.
MENGGENANG: Air yang masuk ke persawahan akibat jebolnya tanggul Sungai Jajar.

GROBOGAN – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Karangrayung pada Jumat malam (31/10) menyebabkan tanggul Sungai Jajar di Desa Mojoagung jebol di beberapa titik.

Akibatnya, air meluap dan menggenangi lahan pertanian warga.

Menurut laporan Pemerintah Desa Mojoagung, hujan turun dengan intensitas tinggi sejak pukul 16.45 hingga 19.30 WIB.

Tak hanya curah hujan lokal, aliran air dari daerah hulu, seperti Desa Ketro dan Sumberjosari, juga meningkat drastis. Debit yang tinggi membuat tanggul Sungai Jajar tak mampu menahan tekanan arus, hingga akhirnya jebol.

“Tanggul jebol di dua titik, yakni di Dusun Krasak RT 1 RW 7 sepanjang tiga meter dan di Dusun Bungkel RT 6 RW 5 sepanjang lima meter. Selain itu, di Dusun Mojo RT 4 RW 4 juga terjadi limpasan air sepanjang 30 meter,” jelas Kepala Desa Mojoagung, Siswanto.

Jebolnya tanggul tersebut membuat sekitar lima hektare lahan pertanian di bagian timur Dusun Krasak dan Bungkel tergenang air.

Genangan masih terlihat hingga Sabtu pagi dan berpotensi meluas bila hujan kembali turun.

Warga bersama perangkat desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas bergerak cepat melakukan langkah penanganan awal.

Mereka menutup bagian tanggul yang jebol menggunakan karung tanah dan mengevakuasi barang-barang milik warga di sekitar lokasi.

“Untuk sementara kami fokus memantau kondisi tanggul dan membantu warga yang terdampak. Laporan sudah kami teruskan ke BBWS Pemali Juana, BPBD Grobogan, dan pemerintah kecamatan untuk penanganan lanjutan,” imbuh Siswanto.

Pemerintah desa berharap OPD terkait bisa segera memperbaiki tanggul yang rusak.

Pasalnya, jika hujan dengan intensitas tinggi kembali mengguyur wilayah Karangrayung, risiko banjir susulan sangat besar.

Selain merendam sawah warga, peristiwa itu juga membuat sejumlah jalan usaha tani di sekitar lokasi sulit dilalui.

Warga pun diimbau tetap waspada dan tidak beraktivitas terlalu dekat dengan aliran sungai, mengingat kondisi tanggul masih rawan.

Dengan cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di wilayah Grobogan, pemerintah daerah diharapkan memperkuat koordinasi lintas instansi dalam upaya mitigasi dan penanganan darurat banjir di wilayah rawan seperti Mojoagung. (int)

 

Editor : Ali Mustofa
#tanggul jebol #grobogan