GROBOGAN – Misteri penemuan bayi perempuan di bawah jembatan Desa Gabus, Kecamatan Gabus, akhirnya terkuak.
Bayi malang itu ternyata dibuang oleh ibu kandungnya sendiri dan dibiarkan telantar hampir tiga hari sebelum akhirnya ditemukan warga pada Jumat (19/9/2025) malam.
Kasat Reskrim Polres Grobogan, AKP Rizky Ari Budianto, mengungkapkan tersangka berinisial S (33), seorang janda dengan tiga anak. Ia tega meninggalkan bayi hasil hubungan gelapnya di semak-semak bawah jembatan setelah melahirkan seorang diri pada Rabu (17/9/2025) dini hari sekitar pukul 01.15 WIB.
“Betul, bayi dibuang pada Rabu dini hari dan baru ditemukan Jumat malam. Jadi hampir tiga hari bayi itu telantar di lokasi pembuangan,” ujar Rizky.
Diungkapkan, menjelang melahirkan, S berpura-pura sakit dan meminta anaknya mengantarkan ke puskesmas.
Namun, ketika perutnya terasa mulas di dekat jembatan timur Balai Desa Gabus, ia meminta anaknya menepi.
S lalu masuk ke semak-semak di bawah jembatan, melahirkan di tempat gelap itu, lalu pergi begitu saja meninggalkan bayinya.
“Pelaku jongkok di semak-semak, melahirkan, kemudian langsung meninggalkan bayi itu tanpa busana. Setelah itu ia kembali bersama anaknya seolah-olah tidak terjadi apa-apa,” jelas Rizky.
Setelah melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan saksi dan rekaman CCTV, polisi mengidentifikasi S sebagai pelaku.
Ia ditangkap saat berada di warung makan miliknya, Kedai San-San, di Desa Tahunan, pada Selasa (23/9/2025) malam.
“Awalnya masih berkelit, tetapi setelah interogasi mendalam akhirnya mengakui perbuatannya. Statusnya kini sudah tersangka,” tambah Rizky.
Polisi juga tengah menelusuri keberadaan pria yang disebut sebagai kekasih gelap S, karena diduga sebagai ayah biologis bayi tersebut.
Penemuan bayi ini pertama kali dilaporkan oleh seorang pedagang mi tektek bernama Karimun. Ia curiga mendengar suara tangisan yang semula dikira suara kucing.
Bersama dua warga lain, ia menuruni jembatan dan mendapati bayi perempuan itu dalam kondisi luka-luka dan tanpa pakaian.
Bayi tersebut langsung dievakuasi ke Puskesmas Gabus 1 untuk mendapatkan perawatan. Akhirnya bayi tersebut dirujuk di RSUD DR. R. Soedjati Purwodadi untuk mendapatkan penanganan intensif.
"Memang ada sejumlah luka hampir di sekujur tubuhnya. Bahkan, cukup dalam. Namun, diduga ibu kandungnya tidak ada niatan membunuh. Luka kemungkinan dari benda yang ada di sekitar lokasi pembuangan," ujar Rizky.
Sementara itu, kasus ini terus dikembangkan untuk mengungkap peran kekasih gelap tersangka. (int)
Editor : Mahendra Aditya