GROBOGAN – Awak bus dan pengunjung Terminal Induk Purwodadi mendapat bekal keterampilan khusus menyelamatkan korban kecelakaan lalu lintas.
Pelatihan ini digelar PT Jasa Raharja bersama PSC 119 Dinas Kesehatan Grobogan untuk menekan angka fatalitas di jalan raya.
Penanggung Jawab Jasa Raharja dan Samsat Grobogan, Adi Setiawan, mengatakan pelatihan ini bertujuan agar sopir maupun kru bus sigap memberikan pertolongan pertama ketika menjumpai korban kecelakaan di jalan. Dengan keterampilan dasar tersebut, risiko fatalitas diharapkan bisa ditekan.
“Harapan kami, setelah mengikuti pelatihan ini para sopir dan awak bus dapat langsung menerapkan langkah-langkah pertolongan dasar ketika menemui korban kecelakaan. Dengan begitu semakin banyak nyawa yang bisa tertolong,” ujarnya.
Dalam pelatihan itu, petugas PSC 119 memberikan materi dasar penanganan darurat, dimulai dari prinsip 3A: aman diri, aman lingkungan, dan aman korban.
Mereka juga membekali peserta dengan keterampilan pertolongan pertama, seperti memeriksa kesadaran pasien, cara memanggil bantuan, hingga pemindahan korban secara linier agar tidak memperparah cedera.
Peserta juga diajari membuat cervical collar darurat untuk menjaga leher korban tetap stabil. Caranya menggunakan kain atau kerudung panjang yang dilapisi kertas atau kardus berbentuk kerucut, lalu dipasangkan di leher korban.
Teknik sederhana ini bisa mencegah cedera tulang leher semakin parah sebelum korban mendapat penanganan medis lebih lanjut.
Selain pelatihan, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan layanan kesehatan gratis bagi seluruh masyarakat di sekitar terminal.
Pemeriksaan meliputi cek tekanan darah, pemberian obat, serta konsultasi kesehatan bersama dokter dari Puskesmas Purwodadi 1.
“Tidak hanya keselamatan penumpang, kesehatan pengemudi dan seluruh masyarakat di lingkungan Terminal juga menjadi perhatian kami. Karena kondisi tubuh yang prima adalah faktor penting agar mereka bisa mengantar penumpang dengan selamat,” tambah Adi Setiawan. (int)
Editor : Mahendra Aditya