GROBOGAN – Dalam upaya meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Purwodadi menggandeng Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Grobogan untuk menggelar Pelatihan Tata Boga bagi warga binaan. Program ini resmi dibuka pada Senin (21/7) di Aula Aji Saka Lapas Purwodadi, sebagai bagian dari akselerasi program pembinaan berbasis vokasi.
Pelatihan ini menjadi bagian dari implementasi Program Akselerasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, khususnya dalam hal penguatan dan peningkatan pendayagunaan warga binaan melalui kegiatan produktif yang berorientasi pada pengembangan UMKM.
Acara pembukaan dihadiri oleh Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Grobogan, Kepala Lapas Purwodadi, Kepala BLK Grobogan beserta tim mentor, serta jajaran struktural Lapas. Tak ketinggalan, 40 warga binaan peserta pelatihan tampak antusias menyambut program ini.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Grobogan menyampaikan apresiasi atas kolaborasi lintas lembaga ini. Ia berharap, pelatihan yang diberikan bisa menjadi modal penting bagi warga binaan untuk mandiri secara ekonomi setelah menjalani masa pidana.
”Kami berharap keterampilan ini tidak berhenti di balik tembok lapas. Ini harus menjadi jembatan menuju masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Purwodadi, dalam sambutannya sekaligus membuka acara secara resmi, menegaskan pentingnya pembinaan keterampilan sebagai salah satu fokus utama pemasyarakatan.
”Pelatihan ini adalah bagian dari transformasi narapidana, agar bisa kembali ke masyarakat dengan keterampilan yang relevan dan bernilai ekonomi. Tata boga dipilih karena potensi pasar yang luas dan mudah diaplikasikan pasca bebas,” tegasnya.
Pelatihan akan berlangsung selama dua pekan, mulai 21 Juli hingga 1 Agustus 2025, dengan materi meliputi praktik langsung pembuatan kue kering, aneka keripik, hingga makanan beku. Seluruh sesi akan dibimbing langsung oleh mentor dari BLK Grobogan, dengan pendekatan praktik higienis dan teknik produksi yang memiliki standar pemasaran.
Program ini disambut positif oleh para peserta. Banyak dari mereka mengaku termotivasi dan berkomitmen memanfaatkan pelatihan ini sebagai bekal hidup setelah bebas.
Dengan kegiatan ini, Lapas Purwodadi menegaskan komitmennya untuk terus memperluas akses pembinaan keterampilan, menciptakan peluang usaha baru, dan mendukung tujuan pemasyarakatan yang lebih humanis dan berdaya guna bagi masyarakat. (mun)
Editor : Sirojul Munir