GROBOGAN – DPRD Grobogan membentuk Panitia Khusus (Pansus) IV Tahun 2025 untuk membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyertaan Modal Pemerintah Kabupaten Grobogan kepada BUMD Tahun 2026.
Rapat yang dipimpin langsung Ketua DPRD Hj. Lusia Indah Artani, dengan agenda mendengarkan jawaban Bupati Grobogan Setyohadi atas Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD, Senin (14/7).
Rapat Paripurna sepakat menyerahkan pembahasan lanjutan Raperda tersebut kepada Panitia Khusus. Setelah disepakati, dibentuklah Panitia Khusus IV Tahun 2025 yang terdiri dari 13 orang anggota.
Terpilih Ketua Pansus IV Musapak dari fraksi PDI P Grobogan dan Wakil Ketua HM Misbach dari fraksi PPP.
”Kami ucapkan selamat kepada seluruh anggota Pansus IV. Semoga dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan menyelesaikan pembahasan tepat waktu,” kata Lusia Indah Artani.
Bupati Grobogan Setyo Hadi dalam sambutanya menekankan bahwa penyertaan modal merupakan langkah strategis untuk mendukung pertumbuhan UMKM dan memperkuat kinerja BUMD yang berperan penting dalam pelayanan publik.
Bupati menyebutkan, salah satu bentuk penyertaan modal adalah pada PT Penjaminan Kredit Daerah Provinsi Jawa Tengah (Perseroda) sebesar Rp500 juta.
Dana tersebut akan meningkatkan kapasitas penjaminan kredit hingga Rp20 miliar, atau 40 kali lipat, khususnya untuk mendukung pembiayaan UMKM di Grobogan.
”Penjaminan ini sangat penting untuk memperluas akses pembiayaan sektor produktif masyarakat," tegas Bupati.
Sejak beroperasi, PT Penjaminan Kredit Daerah telah menjamin lebih dari 120 ribu kredit produktif dan 40 ribu kredit multiguna di Grobogan.
Sementara itu, Perumda Air Minum Purwa Tirta Dharma meski mencetak laba sebesar Rp 1,6 miliar pada 2024, belum mampu menyetor deviden karena masih menanggung akumulasi kerugian senilai Rp 5,63 miliar.
Bupati mengungkapkan bahwa perusahaan air minum daerah itu terus melakukan perbaikan layanan seperti revitalisasi pompa dan pipa, penurunan kehilangan air, pengembangan jaringan industri, hingga peningkatan kapasitas IPA Lusi dari 20 menjadi 45 liter per detik.
Sorotan lain datang dari Perseroda BPR Bank Purwa Artha. Sampai akhir Juni 2025, total kredit yang disalurkan mencapai Rp64,5 miliar, dengan 80 persen ditujukan ke sektor UMKM. Namun, tingkat kredit macet masih tinggi, mencapai 17,79 persen.
”Berbagai langkah penagihan dan gugatan hukum sudah dilakukan untuk menekan NPL,” ujarnya.
Sementara itu, Perumda Purwa Aksara, yang telah menyetorkan deviden sebesar Rp124 juta pada 2024. Tahun ini, diproyeksikan laba bersih perusahaan akan naik menjadi Rp248 juta, dengan estimasi deviden sebesar Rp136 juta lebih.
Setyo Hadi meminta DPRD untuk melanjutkan pembahasan raperda secara lebih teknis bersama tim eksekutif.
Ia juga mengucapkan terima kasih atas dukungan dan masukan dari seluruh fraksi demi penyempurnaan regulasi tersebut.
”Harapannya, penyertaan modal ini memberi manfaat besar bagi peningkatan layanan BUMD dan kesejahteraan masyarakat Grobogan,” tandasnya. (mun)
Editor : Mahendra Aditya