Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Nilai Ekspor Grobogan 2024 Tembus Rp 5,3 Triliun, Tas dan Garment Jadi Primadona

Intan Maylani Sabrina • Jumat, 11 Juli 2025 | 16:13 WIB
PRODUKSI: Produksi briket arang batok kelapa yang ada di Desa Krangganharjo Kecamatan Toroh.
PRODUKSI: Produksi briket arang batok kelapa yang ada di Desa Krangganharjo Kecamatan Toroh.

GROBOGAN – Kinerja ekspor Kabupaten Grobogan sepanjang tahun 2024 mencatatkan capaian yang luar biasa.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Grobogan mencatata total nilai ekspor dari kabupaten yang dikenal sebagai salah satu lumbung pangan Jawa Tengah ini menembus angka Rp 5,3 triliun. 

Kepala Disperindag Grobogan Pradana Setyawan mengatakan, kontribusi terbesar datang dari industri tas yang berhasil menembus pasar ekspor di lebih dari 40 negara. Dengan nilai fantastis mencapai Rp 4,18 triliun.

"Komoditas tas dari Grobogan telah diterima di berbagai negara besar seperti Argentina, Kanada, Prancis, Jerman, Jepang, Amerika Serikat, Inggris, India, hingga Afrika Selatan," ujar pria yang kerap disapa Danis ini. 

Menurutnya, produk ini menjadi andalan karena kombinasi antara desain menarik, bahan yang kompetitif, serta kualitas produksi yang memenuhi standar internasional.

Tidak hanya itu, keberhasilan sektor tas membuka peluang kerja dan memperkuat posisi pelaku industri kecil-menengah di Grobogan dalam rantai pasok global.

Selain tas, sektor pakaian jadi atau garment juga menyumbang ekspor signifikan dengan nilai lebih dari Rp 921 miliar. 

Produk-produk tekstil dari Grobogan diekspor ke sejumlah negara seperti China, Australia, Jepang, Taiwan, Meksiko, Korea Selatan, hingga Amerika Serikat.

"Industri ini tumbuh seiring dengan pengembangan keterampilan tenaga kerja lokal yang sudah terbiasa dengan pesanan berskala ekspor," ungkapnya.

Komoditas lainnya yang turut menopang kinerja ekspor antara lain sarung tangan dengan nilai Rp 151 miliar, profil moulding (produk olahan kayu interior) sebesar Rp 52 miliar, serta briket arang kelapa yang juga mencatat nilai ekspor Rp 42 miliar.

"Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendukung pelaku ekspor, baik dari segi pelatihan, promosi dagang, fasilitasi sertifikasi ekspor, hingga memperluas akses pembiayaan bagi UMKM," ujarnya.

"Harapannya, tren ekspor positif ini bisa terus berlanjut di tahun-tahun mendatang, sekaligus menjadi salah satu pilar penting dalam pembangunan ekonomi daerah," harapnya.

Dengan pencapaian ekspor yang menembus lebih dari Rp 5,3 triliun, Kabupaten Grobogan membuktikan bahwa potensi lokal mampu bersaing di pasar global.

Dari produk kreatif hingga olahan hasil bumi, Grobogan telah mengambil peran penting dalam peta ekspor Indonesia. (int)

Editor : Ali Mustofa
#grobogan #briket arang #tas #ekspor #Garment