Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Puluhan Pencerita Cilik Grobogan Adu Bakat dalam Lomba Bertutur, Ini Daftar Juaranya

Intan Maylani Sabrina • Minggu, 29 Juni 2025 | 22:47 WIB
JUARA: Sejumlah anak yang mendapatkan juara dalam Lomba Bertutur Dinarpusda Grobogan kemarin.
JUARA: Sejumlah anak yang mendapatkan juara dalam Lomba Bertutur Dinarpusda Grobogan kemarin.

GROBOGAN– Sebanyak 34 siswa kelas 4 dan 5 SD/MI dari berbagai sekolah di Kabupaten Grobogan unjuk kebolehan dalam Lomba Bertutur yang digelar Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (Dinarpusda) Grobogan. Bertempat di aula kantor Dinarpusda, suasana kompetisi berlangsung semarak dengan penampilan memukau dari para pencerita cilik.

Satu per satu, para peserta naik ke panggung membawakan beragam cerita rakyat lokal Grobogan, seperti kisah Aji Saka, Hanacaraka yang dikaitkan dengan fenomena Bledug Kuwu, hingga legenda tokoh-tokoh ternama seperti Ki Ageng Selo dan Ki Ageng Tarub. 

Bahkan, cerita populer seperti Timun Emas dan kisah perjuangan RA Kartini pun turut dibawakan dengan penuh semangat dan ekspresi yang hidup.

Tak sedikit peserta menyisipkan dialog, mengubah suara saat memerankan tokoh berbeda, hingga memperagakan adegan-adegan dramatik.

Ruangan yang semula riuh berubah hening saat cerita menyentuh bagian menegangkan atau menyedihkan.

Dan seketika pecah tepuk tangan saat cerita usai disampaikan dengan manis.

Kabid Pengembangan dan Pembinaan Kearsipan dan Perpustakaan Dinarpusda Grobogan Ami Priyono mengungkapkan, adapun juara dalam Lomba Bertutur yakni Juara 1 dari SDN 5 Godong, juara 2 SDN 1 Boloh, juara 3 dari SDN 4 Purwodadi.

Menurutnya, lomba ini menjadi salah satu upaya mendorong minat baca dan keterampilan berbahasa siswa sejak usia dini. 

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk melestarikan budaya tutur yang mulai tergerus zaman.

”Lewat lomba ini, kami mendorong peserta untuk membaca buku cerita, terutama cerita rakyat dan literatur berkualitas. Ini juga sekaligus melatih kemampuan bertutur, meningkatkan kepercayaan diri, serta memperkenalkan kekayaan budaya lokal,” ujarnya.

Ia menambahkan, budaya bertutur bukan hanya soal bercerita, tetapi juga soal membentuk karakter generasi muda. Cerita rakyat, kata dia, menyimpan banyak pesan positif yang bisa menjadi bekal dalam membentuk pribadi anak-anak yang jujur, berani, dan cinta tanah air.

“Lomba ini menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengasah imajinasi dan kreativitas. Saat tampil di depan umum, mereka belajar menyampaikan pesan melalui cara yang unik dan personal,” imbuhnya. (int)

Editor : Ali Mustofa
#lomba bertutur #grobogan #Dinarpusda