Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Ketahanan Pangan di Lapas Terbuka Kendal: Warga Binaan Raup Untung, Kalapas Purwodadi Dampingi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan

Redaksi Radar Kudus • Kamis, 19 Juni 2025 | 00:12 WIB
TEBAR BENIH –  Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Indriyanto menebarkan benih di lapas terbuka Kendal yang dihadiri Kalapas Purwodadi.
TEBAR BENIH – Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Indriyanto menebarkan benih di lapas terbuka Kendal yang dihadiri Kalapas Purwodadi.

KENDAL – Upaya memperkuat kemandirian ekonomi warga binaan terus digencarkan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Salah satunya melalui program ketahanan pangan yang dijalankan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Kendal.

Dalam kunjungan kerja pada Selasa (17/6), Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas) Agus Andrianto meninjau langsung pelaksanaan program tersebut.

Baca Juga: Tanggul Kali Buangan di Rowosari Grobogan Jebol, Persawahan Tergenang

Didampingi Direktur Jenderal Pemasyarakatan, rombongan disambut Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Jawa Tengah dan Ditjen Imigrasi Jawa Tengah, serta seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Jawa Tengah.

Salah satunya Kalapas Purwodadi, Erik Murdiyanto, yang turut aktif mendampingi kegiatan lapangan di Kendal.

Dalam momen panen jagung di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Semar Budal 1, Menteri Agus menegaskan pentingnya keberlanjutan program berbasis pemberdayaan ini.

Ia berharap, hasil pertanian yang dikelola warga binaan tak hanya menjadi media pembinaan, tetapi juga memberikan manfaat finansial yang nyata.

“Kami dorong agar Warga Binaan memperoleh manfaat ekonomi langsung dari program ini. Dana yang mereka peroleh bisa digunakan untuk keperluan pribadi, keluarga, atau ditabung sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat,” ujar Agus Andrianto.

Program ini ditujukan bagi Warga Binaan yang telah menjalani dua per tiga masa pidananya dan sedang dalam tahap asimilasi menjelang pembebasan atau pembebasan bersyarat.

Baca Juga: Hujan Semalaman di Tegowanu Grobogan, Banjir Genangi 202 Rumah hingga Ratusan Warga Mengungsi

Kepala Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Jawa Tengah, Mardi Santoso, mengungkapkan bahwa hasil penjualan jagung dibagi 60 persen untuk operasional lapas dan 40 persen masuk ke rekening tabungan masing-masing warga binaan.

“Kami pastikan harga jual jagung menyesuaikan harga pasar agar produk tetap kompetitif. Ini bukan sekadar panen, tetapi bagian dari pendidikan ekonomi mandiri bagi mereka,” jelas Mardi.

Salah satu warga binaan yang terlibat dalam panen mengaku mendapat penghasilan hingga Rp 300.000, bahkan ada yang mencapai Rp 500.000 dari hasil panen tersebut.

“Uangnya saya gunakan untuk kebutuhan pribadi dan membantu keluarga di rumah,” ungkap salah seorang warga binaan yang enggan disebutkan namanya.

Program ketahanan pangan merupakan salah satu dari 13 agenda akselerasi strategis yang dicanangkan Menimipas.

Pada poin ketiga disebutkan, pentingnya optimalisasi sumber daya manusia di dalam lapas untuk menghasilkan produk bernilai ekonomi, termasuk produk UMKM.

Erik Murdiyanto, Kalapas Purwodadi, yang hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi atas semangat warga binaan yang terlibat dan berharap model serupa bisa diperluas ke lapas lainnya, termasuk di bawah koordinasinya.

“Kami mendukung penuh program ini dan berharap bisa direplikasi di unit kami, agar warga binaan mendapatkan pengalaman dan manfaat serupa,” tuturnya.

Dengan pendekatan rehabilitatif dan produktif, pemerintah berupaya membangun sistem pemasyarakatan yang tidak hanya menekankan aspek hukuman, tetapi juga reintegrasi sosial melalui kemandirian ekonomi. (Sirojul Munir)

Editor : Mahendra Aditya
#Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan #agus andrianto #kendal #menimipas Agus Andrianto #Lapas terbuka kendal #Kalapas Purwodadi #Menimipas