Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Pasca Banjir Baturagung Gubug, Pembangunan Rumah Terdampak Dimulai

Intan Maylani Sabrina • Kamis, 22 Mei 2025 | 18:29 WIB
MENGUKUR: Petugas dari REI saat mengukur lahan untuk pembangunan rumah rusak di Desa Baturagung Kecamatan Gubug.
MENGUKUR: Petugas dari REI saat mengukur lahan untuk pembangunan rumah rusak di Desa Baturagung Kecamatan Gubug.

GROBOGAN - Upaya pemulihan pasca bencana di Kabupaten Grobogan terus berjalan.

Sebanyak 15 unit rumah terdampak mulai dilakukan pembangunan oleh Real Estate Indonesia (REI).

Kepala Disperakim Grobogan Endang Sulistyoningsih melalui Kabid Perumahan Disperakim Grobogan Upik Surya Dona mengatakan, pembangunan kembali rumah warga di Desa Baturagung dan Desa Papanrejo Kecamatan Gubug yang roboh total atau hilang akibat banjir mulai dilakukan. 

Upik menyebut, proses pembangunan kembali akan melibatkan berbagai sumber pendanaan, mulai dari BPBD dan Pemprov Jateng, pemkab Grobogan, CSR, Baznas hingga sumber pendanaan lainnya.

"Pembangunan ini merupakan bagian dari program bantuan Bahan Bangunan Rumah (BBR) yang berasal dari Kementerian Sosial Republik Indonesia. Bantuan tersebut disalurkan melalui BPBD Provinsi Jawa Tengah yang kemudian menggandeng REI sebagai mitra pelaksana di lapangan," jelasnya.

Diketahui, total bantuan BBR yang akan disalurkan sebesar Rp 562 juta, mencakup pembangunan untuk 15 unit rumah terdampak.

Di mana dari 15 unit rumah tersebut, 13 unit di Desa Baturagung dan dua unit di Desa Papanrejo.

REi turut menyatakan kesiapannya untuk membangun rumah bagi warga terdampak bencana, menggunakan material bata ringan yang efisien, tahan lama, dan sesuai untuk percepatan pembangunan pasca bencana

Saat ini, tim REI mulai turun ke lokasi untuk melakukan pengukuran lahan sebagai tahap awal pembangunan.

Pembangunan rumah tersebut ditargetkan rampung dalam waktu 1,5 bulan, guna mempercepat pemulihan warga terdampak.

Selain itu, sebanyak 66 nama dalam Basis Data Bantuan (BNBA) yang belum menerima bantuan dari Belanja Tidak Terduga (BTT) maupun dari Kementerian Sosial akan ditangani oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Kabupaten Grobogan.

Upik juga menyebut, sementara itu, bantuan Belanja Tidak Terduga (BTT) dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga akan disalurkan dengan total nilai Rp 575 juta.

Bantuan tersebut diperuntukkan bagi 15 unit rumah yang hilang dan 35 unit rumah rusak berat sebagai bagian dari program pemulihan pasca bencana.

"Pemulihan ini diharapkan dapat berjalan cepat dan tepat, dengan sinergi dari berbagai pihak untuk mengembalikan kondisi kehidupan warga terdampak ke arah yang lebih baik," pungkasnya. (int)

Editor : Ali Mustofa
#rei #bantuan #grobogan #rumah hanyut #bencana banjir