GROBOGAN- Seorang anak laki-laki berusia 9 tahun berinisial CAM dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam saat berenang di sungai bersama kawan-kawannya.
Kejadian tersebut berada di wilayah Desa Ketro, Kecamatan Karangrayung pada Selasa (20/5) siang.
Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Menurut informasi yang dihimpun, korban bersama lima temannya bermain ke sungai yang berjarak sekitar 200 meter dari rumahnya.
Tiga teman korban bermain di atas jembatan, sementara CAM bersama dua temannya, Dika dan Ega, turun ke sungai dan mulai berenang di pinggiran.
Namun, CAM dan Ega kemudian berenang ke bagian tengah sungai yang memiliki kedalaman sekitar 2,3 meter.
Nahas, keduanya ternyata tidak bisa berenang. Dika yang berada di pinggir sungai berusaha menolong dengan menggunakan pelepah pisang, dan berhasil menyelamatkan Ega.
Namun, ketika hendak menolong CAM, korban sudah tidak terlihat karena telah tenggelam ke dasar sungai.
Ega kemudian naik ke permukaan dan meminta pertolongan kepada teman lainnya yang sedang mencuci sandal di dekat lokasi.
Mereka segera memberitahukan kejadian itu kepada Murmi yang merupakan ibu Ega.
Warga yang mendengar teriakan Murmi segera berdatangan ke lokasi. Rifki (kakak Ega) langsung menuju ke sungai dan berhasil menemukan tubuh CAM di dasar sungai.
"Korban sempat dibawa ke klinik rawat inap di desa setempat untuk mendapatkan pertolongan medis, namun dinyatakan telah meninggal dunia.
Peristiwa ini kemudian dilaporkan ke Polsek Karangrayung sekitar pukul 14.50," jelas Kasi Humas Polres Grobogan, AKP Danang Esanto.
Pihak kepolisian bersama tim Inafis Polres Grobogan dan petugas kesehatan Puskesmas Karangrayung I telah melakukan olah TKP dan pemeriksaan terhadap jenazah.
Hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.
Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi dengan membuat surat pernyataan resmi.
Kasi Humas Polres Grobogan, AKP Danang Esanto, membenarkan kejadian ini dan mengimbau orang tua agar lebih memperhatikan aktivitas anak-anak, terutama saat bermain di area berbahaya seperti sungai.(intan Maylani)
Editor : Mahendra Aditya