Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Investor Denmark dan Jepang Jajaki Proyek RDF di TPA Ngembak Grobogan

Intan Maylani Sabrina • Rabu, 14 Mei 2025 | 16:36 WIB

 

CEK LOKASI: Sejumlah investor saat mengunjungi TPA Ngembak Kecamatan Purwodadi, Grobogan.
CEK LOKASI: Sejumlah investor saat mengunjungi TPA Ngembak Kecamatan Purwodadi, Grobogan.

GROBOGAN - Sebagai tindaklanjut dari capaian juara III dalam Investment Challenge 2024, sejumlah investor dari Denmark dan Jepang mulai melakukan penjajakan ke TPA Ngembak, Purwodadi.

Kunjungan itu merupakan bagian dari site visit proyek pengolahan sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF).

Kepala DLH Grobogan Mokamat melalui Kabid Pengolahan Sampah dan Limbah B3 Lilik Uniarto mengungkapkan, kegiatan tersebut merupakan kelanjutan dari one-on-one meeting antara investor dengan Pemkab Grobogan. 

Kunjungan awal dilakukan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), di sana investor mendapatkan paparan terkait rencana penanganan permasalahan sampah. 

"Penanganan sampah sebenarnya menjadi tanggungjawab pemkab.

Namun jika sema pembiayaan dibebankan APBD, mmaka anggaran untuk sektor lainnya bisa tergerus," jelasnya.

Melihat kondisi tersebut, pemkab menawarkan skema kerjasama kepada investor untuk mengelola sampah menjadi RDF yang akan dimanfaatkan oleh Semen Grobogan sebagai off taker atau penerima produk.

RDF tersebut akan digunakan sebagai bahan bakar alternatif pengganti batu bara. 

“Melalui pengolahan ini, investor mendapatkan nilai tambah dari sampah yang sebelumnya tidak bernilai menjadi energi terbarukan,” imbuhnya.

Setelah mendengarkan paparan, investor turun langsung ke lokasi TPA untuk melakukan pengecekan kondisi lapangan serta meninjau kesiapan lahan yang akan digunakan sebagai lokasi pembangunan hanggar RDF.

Selama ini, tercatat beberapa investor dari Belarus, Singapura, Denmark, Jepang, dan lokal Indonesia telah melakukan penjajakan.

Namun dua negara yang menunjukkan ketertarikan paling besar dan telah melakukan verifikasi lapangan adalah Denmark dan Jepang.

“Yang membuat proyek ini menarik adalah adanya off taker RDF, yakni Semen Grobogan, yang berada di lokasi yang sama. Jadi upaya pengolahan sampah dan pemanfaatan hasilnya terintegrasi dalam satu wilayah,” jelas Lilik.

Terkait skema investasi, Pemkab Grobogan menargetkan tahun ini dapat menetapkan mekanisme dan investor terbaik.

Saat ini, kesepakatan antara investor dan pemerintah masih bersifat fleksibel.

“Pemkab siap dengan berbagai skema, yang penting tidak ada pihak yang dirugikan. Tahun ini ditargetkan sudah ada penetapan mekanisme terbaik,” lanjutnya.

Sebagai persiapan, Pemkab Grobogan juga menargetkan penyediaan sarana dan prasarana pendukung, baik berupa infrastruktur fisik maupun regulasi bisnis, untuk mempermudah proses masuknya investor.

Pemerintah optimistis proyek ini mulai dapat dijalankan oleh investor pada tahun 2026. (int)

Editor : Ali Mustofa
#investor #grobogan #bahan bakar #denmark #pemkab #infrastruktur #jepang