Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tak Disangka Stasiun Tanggung Grobogan Jadi Stasiun Tertua di Indonesia, Kini Diusulkan Menjadi Cagar Budaya, Begini Penampakannya

Intan Maylani • Minggu, 30 Maret 2025 | 14:57 WIB

LEGENDA: Kondisi bangunan Stasiun Tanggung di Desa Tanggungharjo Kecamatan Tanggungharjo.
LEGENDA: Kondisi bangunan Stasiun Tanggung di Desa Tanggungharjo Kecamatan Tanggungharjo.

GROBOGAN- Tahun ini, Dinas Pemuda Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Grobogan akan melakukan kajian kepada 10 bangunan objek yang diduga cagar budaya (ODCB).

Salah satunya Stasiun Tanggung yang ada di Kecamatan Tanggungharjo.

Diketahui, Stasiun Tanggung merupakan stasiun aktif tertua di Indonesia.

Meski saat ini stasiun tipe 3 ini hanya menjadi stasiun pemantau yang melewati kereta api tujuan Solo-Semarang dan  tidak ada proses naik turun penumpang. 

Di lokasi, terlihat kondisi bangunan masih terawat. Meski Stasiun Tanggung telah berdiri pada tahun 1864 silam, kemudian dibangun ulang pada tahun 1910.  Stasiun tersebut memiliki sejarah yang menarik.

Baca Juga: Pemkab Grobogan Tegas Larang Sound Horeg Saat Takbir Keliling, Warga Diminta Patuhi Aturan

Pada 10 Agustus 1867 di stasiun ini menjadi saksi dibukanya jalur kereta api pertama Taunggung-Kemijen sejauh 25 kilometer oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda Ludoph Anne Jan Wilt Baron Sloet van de Belle.

Stasiun ini juga memiliki bangunan yang didominasi kayu.

Memiliki gaya arsitektur Swiss Chalet yang berasal dari Swiss.

Selain didominasi kayu, yang terlihat di bagian atap pelana diberi dekorasi dan ekspos tiang konstruksi.

Sebelum masuk ke stasiun, sebuah papan petunjuk tertulis Di Bumi Ini Kami Bermula tertancap kuat di kompleks stasiun.

Kemudian juga ada tugu peringatan sebagai pengingat sejarah bermulanya kereta api di Indonesia.

Baca Juga: Kantor Pertanahan Grobogan Buka Layanan selama Libur Lebaran, Catat Jadwal dan Jam Bukanya

Keunikan lainnya tepat di belakang stasiun terdapat rumah panggung yang terbuat dari kayu.

Diperkirakan rumah tersebut merupakan rumah kepala stasiun dan masih ada hingga kini.

“Nilai histori yang tinggi membuat Stasiun Tanggung akan dikaji untuk ditetapkan dalam objek yang diduga cagar budaya (ODCB),” ungkap Kabid Kebudayaan Disporabudpar Grobogan, Endang Darwati.

Selain Stasiun Tanggung, terdapat sembilan bangunan objek bersejarah lainnya yang turut diusulkan yakni Makam Ki Ageng Selo, Makam Ki Ageng Tarub, rumah dinas bupati, Makam Nyi Adipati Mertohadinegoro, Makam Adipati Puger, kantor PMI, Stasiun Gambringan, Stasiun Kradenan dan Stasiun Ngrombo.

Baca Juga: SOSOK Sezha Amelia Model Asal Grobogan yang Jadi Model Katalog Brand Fashion

“Untuk ODCB ini, kami ada tiga alternatif usulan lainnya yakni bangunan Gereja Kristen Jawa (GKJ), Makam Kiai Bondan Kejawan dan Klenteng Hok An Bio,” ujarnya.

Menurutnya, sejumlah objek bersejarah tersebut saat ini diprioritaskan untuk dikaji dan ditetapkan sebagai cagar budaya Kabupaten Grobogan.

"Pelaksanaannya masih Oktober nanti. Ini menjadi prioritas, karena masih punya PR dalam menetapkan ratusan objek bersejarah di wilayah ini. Berdasarkan observasi dan pencatatan, terdapat 99 potensi cagar budaya di Kabupaten Grobogan yang belum ditetapkan," imbuh Endang. (Int)

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#sejarah #stasiun tanggung grobogan #grobogan #Stasiun tanggung #stasiun tertua di indonesia #cagar budaya