GROBOGAN - Sejak bencana banjir melanda sejumlah Kabupaten Grobogan, Dinas PUPR telah melakukan pendataan pada sejumlah akses kerusakan infrastruktur.
Hasil dari efisiensi seluruh OPD akan dihidupkan kembali untuk mandatori pekerjaan umum sekitar Rp 22,4 miliar dan Rp 30 miliar. Kemungkinan dananya akan dipakai untuk penanganan tersebut.
"Kemarin efisiensi sudah mengurangi kegiatan, tapi ini justru ada sejumlah jembatan, jalan yang rusak," keluh Kepala Bina Marga Dinas PUPR Grobogan Erry Subagyo.
Karena hasil pendataan banyak kerusakan baru. Bahkan, yang sudah Dinas PUPR usulkan kini bertambah lagi.
"Kami menyiapkan sekitar sembilan titik prioritas dalam pengusulan perbaikan tahun ini. Termasuk kerusakan infrastruktur akibat bencana. Akan segera dibahas di TAPD," ungkapnya.
Salah satunya akses Baturagung yang sempat terputus akibat diterjang derasnya air banjir, yang mengakibatkan tanggul sungai Tuntang jebol.
"Jalan utama di Baturagung terputus sepanjang 35 kilometer. Hari ini kami finalkan desainnya dan mungkin anggarannya sekitar Rp 400-500 juta. Namun masih berupa penanganan darurat juga," jelasnya.
Saat ini kondisinya membelah seperti sungai dengan kedalaman empat meter.
"Nanti kami bikin badan jalan dulu, kita urug tanah, sehingga warga yang sebelah utara dan selatan tidak terisolasi lagi. Terpenting mobil bisa lewat dulu," imbuhnya. (int/zen)
Editor : Noor Syafaatul Udhma