Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Masuki Ramadan, Rangkaian Boyong Grobog di Grobogan Dipersingkat, Tak Ada Iringan dan Potong Tumpeng

Sirojul Munir • Senin, 3 Maret 2025 | 16:16 WIB
BOYONG GROBOG: Prosesi Boyong Grobog tahun 2024 lalu dan tahun ini digelar sederhana karena memasuki bulan Ramadan.
BOYONG GROBOG: Prosesi Boyong Grobog tahun 2024 lalu dan tahun ini digelar sederhana karena memasuki bulan Ramadan.

GROBOGAN – Rangkaian Boyong Grobog di acara HUT ke-299 Kabupaten Grobogan dimulai hari ini atau Senin (3/3).

Acara boyong Grobogan akan disederhanakan karena masuk Ramadan.

Kepala Disporabudpar Grobogan Wahono mengatakan, acara Boyong Grobog dimulai dari kantor Kelurahan/Kecamatan Grobogan sekitar pukul 07.00 WIB. 

Kegiatan itu, akan dihadiri bupati, wakil bupati diterima dan disambut oleh camat dan kepala desa atau kelurahan yaitu Grobogan, Brati, dan Klambu.

Acara pemberangkatan dimulai dengan parade kirab “Bedol Grobog” tiba di Kecamatan Grobogan.

Yakni dengan penampilan Tari Gambyong di lanjutkan Pembacaan do’a.

Selanjutnya bupati menerima penyerahan “Pusaka Keris” dari camat Grobogan dilanjutkan bupati pukul gong sebagai tanda pemberangkatan.

”Setelah upacara pemberangkatan Grobog dari Kelurahan Grobogan ke Kota Purwodadi menggunakan mobil. Dulu menggunakan arak-arakan kereta kuda karena masuk bulan puasa maka dipersingkat gunakan mobil,” kata Wahono.

Dari perjalanan rombongan tersebut tidak ada iring-iringan rombongan. Sehingga rombongan mobil akan sampai di Depan Kantor Dinarpusda.

Selanjutnya bupati dan wakil bupati Grobogan serta forkopimda menaiki kereta kuda untuk menuju Pendopo Kabupaten.

Penyambutan Grobog tersebut juga disambut oleh barisan 19 camat dan seluruh kepala desa di Tenda Sebelah Timur Pendopo Bupati Grobogan.

Selain itu, juga parade prajurit Kraton Surakarta – prajurit SMA - Manggoloyuda – bupati dan keluarga bupati - wakil bupati – grobog/pusaka – sekar kedaton.

Kemudian di belakangnya ada forkopimda istri – wakil ketua DPRD, kepala Disporabudpar,  kasepuhan – camat Grobogan .

Dilanjutkan ada kepala kelurahan / kepala desa dan istri wilayah Kecamatan Grobogan, Klambu, Brati – Paguyuban Pecinta Keris Grobogan (PPG).

”Saat prosesi masuk ke Pendopo Kabupaten semua peserta kirab dan jalan kaki. Manggoloyudho yang diperankan Kapolres Grobogan dan Dandim 0717 Grobogan menaiki Kuda,” ujarnya.

Sebelum masuk ke pendapa, bupati melaksanakan ritual cuci tangan dengan air yang berisi bunga. Diikuti wakil bupati beserta istrinya.

Setelah itu, prosesi dilanjutkan dengan penyerahan pusaka dari bupati dan wakil bupati kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Anang Armunanto.

Setelah sampai di Pendopo Kabupaten bupati Grobogan menyerahkan pusaka untuk disimpan diserahkan kepada asisten perekonomian dan pembangunan serta asisten administrasi Setda Grobogan.

Kemudian dilanjutkan sambutan dan penyerahan cinderamata dari camat Grobogan kepada bupati Grobogan.

”Tidak ada tumpengan tetapi masih ada rebutan Gunungan ditandai dengan tabuh gong oleh bupati Grobogan. Dilanjutkan dengan foto bersama,” terang dia. (mun)

 

 

Editor : Ali Mustofa
#tari gambyong #bulan puasa #ramadan #kereta kuda #boyong grobog