GROBOGAN – Peternak sapi di Desa Sumberagung, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan merasa resah dalam 10 hari terakhir.
Hal itu lantaran ada sepuluh ekor sapi milik warga kedapatan mati mendadak.
Kabag Layanan PMI Grobogan Gesit Kristyawan mengungkapkan, pihaknya yang mendapat laporan warga langsung melakukan pengecekan ke lapangan.
Anggota Sibat PMI juga didorong untuk terjun langsung mengecek kesehatan hewan ternak warga dan melakukan penyemprotan pada hewan dan kandang.
"Supaya bakteri dan virus bisa mati sehingga mencegah penularan ke hewan ternak yang lain," katanya.
Sementara itu salah satu relawan Sibat (Siaga Bencana Berbasis Masyarakat) PMI Desa Sumberagung Kecamatan Ngaringan, Ali Mahfudz mengatakan kematian sapi tersebut diduga dikarenakan serangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Menurutnya, kejadian tersebut bermula pada Senin (20/12) terdapat satu ekor sapi mati.
Kemudian terus bertambah, sampai Kamis (30/12) total ada 10 ekor sapi yang mati.
"Mulanya ada warga yang melaporkan bahwa sapinya sakit dan tidak mau makan minum beberapa hari terakhir. Kemudian saya melaporkan ke PMI untuk bisa dilakukan pengecekan," imbuhnya.
Dari ciri-cirinya, mulai dari hilangnya nafsu makan, air liur berlebihan, kemudian gusi, rongga mulut, lidah, bibir melepuh yang dialami.
Diduga sepuluh sapi tersebut mati terinfeksi penyakit mulut dan kuku (PMK).
Sementara itu, mendapati informasi itu PMI bertindak cepat dengan melakukan penyemprotan kandang hewan ternak dengan desinfektan organik ramah lingkungan menggunakan eco enzyme untuk mencegah PMK meluas.
"Penyemprotan dilakukan sejak tanggal 25-29 Desember," sambungnya. (Int)
Editor : Ali Mustofa