Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Sekdes di Grobogan Ini Bergelar Doktor: Selesaikan S3 dengan Predikat Cumlaude

Intan Maylani Sabrina • Rabu, 1 Januari 2025 | 00:53 WIB
VISIONER: Sekdes Jatilor, Kecamatan Godong, Grobogan saat di ruangan kerjanya.
VISIONER: Sekdes Jatilor, Kecamatan Godong, Grobogan saat di ruangan kerjanya.

GROBOGAN – Di balik deretan prestasi gemilang yang diraih Desa Jatilor, Kecamatan Godong, terselip kisah inspiratif dari sosok Suparwan, satu-satunya sekretaris desa (sekdes) di Kabupaten Grobogan yang bergelar doktor.

Dengan disertasinya yang aplikatif, pria 44 tahun ini tak hanya membuktikan pentingnya pendidikan tinggi, tetapi juga menunjukkan bagaimana ilmu pengetahuan mampu membawa perubahan nyata di tingkat desa.

Lahir di Demak pada 22 Januari 1980, Suparwan menyelesaikan pendidikan S3 di Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya dalam waktu tiga tahun dengan predikat cumlaude.

Gelar doktor ini diraihnya tanpa meninggalkan tanggung jawab sebagai sekdes, sebuah perjuangan yang diakui penuh tantangan.

“Saya harus pintar membagi waktu antara tugas akademik dan tanggung jawab di desa,” ungkap Suparwan.

Salah satu momen paling berat adalah ketika penyelesaian disertasinya bersamaan dengan penilaian Desa Antikorupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Namun, kerja kerasnya berbuah manis. Desa Jatilor meraih predikat Desa Antikorupsi dengan skor AA (Istimewa), sedangkan disertasinya mendapat nilai IPK 3,92.

Disertasi yang Mengubah Wajah Desa

Judul disertasinya, "Pengaruh Kompetensi, Komitmen Organisasi, Teknologi Informasi, dan Good Village Governance terhadap Manajemen Keuangan Desa dan Kinerja Keuangan Desa di Kabupaten Grobogan," menjadi panduan penting dalam tata kelola desa.

Ia memaparkan, salah satu temuan utama adalah bagaimana kompetensi sumber daya manusia (SDM) perangkat desa memengaruhi kinerja keuangan desa.

“Semakin tinggi kompetensi SDM perangkat desa, maka kinerja keuangan desa akan semakin baik,” jelasnya. Temuan tersebut langsung diterapkan di Desa Jatilor, menghasilkan sejumlah penghargaan, termasuk skor sempurna dalam penilaian Keterbukaan Informasi Publik oleh Komisi Informasi Provinsi Jawa Tengah.

Motivasi bagi Perangkat Desa

Suparwan percaya bahwa pendidikan tidak hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi juga untuk pengabdian kepada masyarakat.

Ia mengajak perangkat desa di seluruh Kabupaten Grobogan untuk terus belajar dan meningkatkan kapasitas diri.

“Pendidikan sepanjang hayat adalah bekal untuk terus berkontribusi. Ilmu tidak akan pernah habis, dan kita harus terus menebar manfaat,” katanya dengan penuh semangat.

Dengan segala pencapaiannya, Suparwan berhasil membuktikan bahwa pendidikan tinggi dapat berjalan seiring dengan pengabdian kepada masyarakat.

Desa Jatilor kini menjadi teladan dalam tata kelola desa, membuktikan bahwa kombinasi antara ilmu, kerja keras, dan dedikasi mampu membawa perubahan besar.

Suparwan adalah bukti bahwa seorang sekdes dengan gelar doktor dapat menjadi motor penggerak perubahan bagi desanya, sekaligus inspirasi bagi generasi muda untuk terus belajar dan berkarya. (int/khim)

Editor : Abdul Rokhim
#Suparwan #grobogan #Doktor #desa jatilor #Sekdes viral