Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Setahun Ada 132 Kejadian Kebakaran di Grobogan, Kerugian Capai Rp 58,4 Miliar, Ini Penyebab Terbanyak

Sirojul Munir • Jumat, 13 Desember 2024 | 16:55 WIB
PADAMKAN API: Petugas pemadam kebakaran Grobogan berjibaku memadamkam api di banguna Pasar Gubug beberapa waktu lalu.
PADAMKAN API: Petugas pemadam kebakaran Grobogan berjibaku memadamkam api di banguna Pasar Gubug beberapa waktu lalu.

GROBOGAN – Bencana kebakaran selama Januari sampai Desember tahun 2024 di Kabupaten Grobogan mencapai Rp 58,4 miliar.

Jumlah kejadian kebakaran tersebut mencapai 132 kejadian.

Kejadian kebakaran paling banyak terjadi pada bulan September ada 23 kejadian. Kemudian disusul Agustus 22 kejadian.

Sedangkan bulan Juni dan Oktober masing-masing ada 17 kejadian. Kejadian lainya di bawah 11 kejadian.

Paling banyak penyebab kebakaran karena korsleting ada 58 kejadian.

Dikatakan, penyebab kebakaran lainya membakar sampah ada 15 kejadian, bidiang sapi dan kompor gas masing-masing ada 12 kejadian.

Putung rokok dan lilin ada 9 kejadian, korek api dan tungku  masing-masing 2 kejadian.

Sedangkan penyebab lainya masing-masing satu kejadian diantaraya raffia, travo meledak, kampas rem terbakar dan api tungku.

”Penyebab kebakaran lainya masih dalam penyelidikan ada 10 kejadian dan lain-lain 11 kejadian,” kata Plt Kepala Satpol PP Grobogan Nurwanta.

Dikatakan, dari tahun ke tahun kejadian paling banyak karena korselting listrik.

Ini dikarenakan pemasangan instalatasi listrik kabelnya tidak sesuai. Sehingga sering terjadi korlseting listrik mengakibatkan kebakaran.

Sementara itu, kasus kebakaran paling besar terjadi pada Selasa tanggal 5 November 2024 pasar Gubug di Desa/Kecamatan Gubug ludes terbakar.

Kebakaran pasar Gubug menjadikan sebagian bangunan pasar rusak parah dan kondisi bangunan roboh.

Pedagang tidak bisa menyelamatkan daganganya karena semua ludes dilalap si jago merah.

Dari kebakaran ini ada 1.290 pedagang kehilangan tempat jualanya. Rincianya ada 190 toko, 751 los dan 341 dasaran.

Pasar Gubug memiliki luas tanah 9.838 meter persegi dan luas bangunan 8.625 meter persegi.

Dari lokasi pasar tersebut dibagi menjadi lima blok. Yaitu Blok A, Blok B, Blok C, Blok D dan Blok E. Seluruh bangunan dari blok tersebut ludes terbakar

Bangunan yang terbakar ini lebih dari 85 persen dan untuk taksiran sementara kerugian capai Rp 46 miliar.

Sementara itu, untuk menampung ribuan pedagang tersebut akan dibangun pasar darurat di lapangan Desa/Kecamatan Gubug.

Mereka direlokasi sementara dan akan dilakukan koordinasi dengan pihak Desa dan Kecamatan. Sehingga harus izin dengan pihak Desa setempat

Saat ini Pemadam Kebakaran mempunyai empat pos pemadam kebakaran.

Yaitu di Induk, Kecamatan Purwodadi, Kecamatan Wirosari dan Kecamatan Godong dan Kecamatan Gubug.

Tujuan ditaruh empat titik agar sat terjadi kebakaran di sekitar posko kebakaran bisa cepat datang.

”Standart untuk perjalanan posko ke lokasi kejadian 15 menit. Tetapi karena jarak antar Kecamatan se-Kabupaten Grobogan maka ada pembagian posko,” terang dia.

Jumlah armada pemadam kebakaran di Grobogan saat ini masih kurang ideal.

Dimana saat ini baru 16 pemadam kebakaran. Ada salah satu armada truk tangka air besar gak bisa jalan karena sudah tua.

”Untuk armada di Posko Induk Purwodadi ada 8 armada. Sedangkan di tiga Posko Wirosari, Godong, Gubug masin-masing ada dua armada,” ujarnya. (mun/him)

Editor : Ali Mustofa
#si jago merah #kebakaran #grobogan #ludes terbakar #Pemadam #pedagang #korsleting