GROBOGAN- Puncak peringatan Hari Disabilitas Internasional di gelar Pemkab Grobogan melalui Dinas Sosial di pendapa.
Dalam HDI tersebut, bupati Grobogan menekankan pentingnya pendataan bagi penyandang disabillitas agar dilakukan secara berkala enam bulan sekali.
Bupati Grobogan Sri Sumarni mengatakan, berdasarkan data per tahun ini, penyandang disabilitas Kabupaten Grobogan ada 4.912 orang.
"Diharapkan pendataan disabilitas perlu dilakukan secara berkala, setiap semester. Dimaksud untuk mengetahui data secara akurat. Dengan data tersebut, mereka (RED, penyandang disabilitas) agar dapat mendapatkan perhatian sosial dan dapat menerima hak yang setara," jelas Sri Sumarni.
Selama ini, pemkab telah memberikan berbagai bantuan berupa pelatihan, alat bantu dan permodalan.
"Namun, saya berharap kepada seluruh kepala desa, juga harus peduli terhadap mereka (RED, kaum difabel) terutama dalam hal pelayanan, wajib diprioritaskan dalam DTKS atau data terpadu kesejahteraan sosial. Pelayanan operator desa juga harus aktif input data, ini pekerjaan rumah (PR) bagi Dispermades," ungkapnya.
Menurut Sri Sumarni, keberadaan Baznas juga harus lebih peduli lagi terhadap penyandang disabilitas.
"Serta adanya CSR seperti Bank Jateng ini, adanya penyandang disabilitas juga harus diperhatikan. Terima kasih kepada seluruh pihak," paparnya.
Sedangkan Kepala Dinsos Grobogan Indri Agus Velawati menambahkan, keberadaan 4.912 penyandang disabilitas ini perlu mendapat perhatian khusus agar dapat melaksanakan fungsi sosialnya dengan baik.
"Selama setahun ini Dinsos telah memberikan pelatihan cooking class untuk menambah keterampilan dan kemandirian mereka," ujarnya.
"Kemudian Kemensos RI melalui Margolaras Pati juga menyerahkan bantuan 24 alat yang terdiri dari 19 kursi medis, dua kursi roda adaptif, tiga kaki palsu dan 59 paket sembako," jelasnya.
Selain itu, Baznas juga telah memberikan sembilan alat bantuan, yakni empat kursi medis, dua kaki palsu, dua tangan palsu dan satu kruk kaki.
"Pada pelaksanaan puncak HDI ini, kami mengajak mereka meramaikan sekaligus mendapatkan bantuan sosial sebanyak 28 alat bantu yang terdiri dari 24 kursi roda medis dan 4 Kaki palsu," paparnya.
Serta, Bank Jateng 22 alat bantu, Bank BKK memberikan bantuan sosial berupa sembako sebanyak 100 paket dan BAZNAS memberikan bantuan berupa santunan untuk teman-teman penyandang disabilitas. (Int)
Editor : Ali Mustofa