Kabar Gembira, Warga Grobogan yang Sekitar Rumahnya Dipasang Alat Penyelidikan Harta Karun bakal Dapat Hadiah
Intan Maylani• Minggu, 27 Oktober 2024 | 04:09 WIB
BABY VOLCANO: Petani garam yang ada di Bledug Cangkring atau baby volcano yang ada di Desa Grabagan Kecamatan Kradenan.
KUDUS - Persiapan pemasangan ratusan alat geofisika untuk penyelidikan harta karun berupa lithium di Kabupaten Grobogan semakin matang.
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) turut memberi reward bagi warga setempat yang sekitar rumahnya jadi titik pemasangan alat.
Kepala Desa Grabagan Eko Setyawan menyambut antusias penyelidikan dan penelitian yang dilakukan Badan Geologi Kementerian ESDM di desanya. Desanya turut menjadi lokasi pemasangan titik terbanyak.
"Seperti pemasangan survei IP-Resistivity dan Self-Potential. Sebaran titik di Desa Grabagan sebanyak 210 titik. Sedangkan di Desa Kuwu ada 153 titik," paparnya.
Selain itu, di Desa Grabagan yang memiliki Bledug Cangkring atau Baby Volcano itu akan terpasang enam alat passive seismic. Alat tersebut merupakan pendeteksi panas bumi yang akan ditanam di kedalaman tertentu.
"Di desa kami akan dipasang alat tersebut (RED, passive seismic). Nantinya, satu alat diawasi satu warga yang paling terdekat dengan lokasi. Pemasangan alat tersebut kurang lebih selama 15 hari," jelas Eko.
Masih menurutn Eko Setyawan, karena alat tersebut ditinggal di lokasi, maka warga di sekitarnya diminta untuk memantau.Di mana nantinya akan mendapatkan reward sekitar Rp 450 ribu.
Diketahui, selama 40 hari ke depan. Sebanyak lima kecamatan (Kradenan, Wirosari, Gabus, Ngaringan dan Pulokulon) akan dilakukan penyelidikan metode geologi, geokimia dan geofisika. Sejumlah alat geofisika yang disebar antara lain gravity dan magnetic, magnetotelluric, IP resistivity, self potential dan passive seismic. (int)