Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Membahayakan, Jembatan di Jatiharjo Grobogan Nyaris Roboh, Tak Dapat Dilalui Roda Empat

Intan Maylani • Selasa, 10 September 2024 | 16:47 WIB

MEMPRIHATINKAN: Kondisi jembatan penghubung Desa Sidorejo dan Jatiharjo Kecamatan Pulokulon nyaris roboh.
MEMPRIHATINKAN: Kondisi jembatan penghubung Desa Sidorejo dan Jatiharjo Kecamatan Pulokulon nyaris roboh.

GROBOGAN - Sebuah jembatan yang menghubungkan dua desa antara Desa Sidorejo dan Desa Jatiharjo Kecamatan Pulokulon kondisinya  memprihatinkan. Selama tiga tahun terakhir ini, tiga tiang penyangga jembatan miring dan nyaris roboh. Membuat kendaraan roda empat tak bisa melintas.

Tak hanya tiang penyangga jembatan yang miring, kondisi jembatan pun memiliki kondisi yang melengkung. Hal tersebut membuat tak bisa dilalui roda empat lagi. Kendaraan roda dua pun harus berhati-hati.

Diketahui, jembatan berwarna hijau itu berdiri di atas sungai dari Bendung Simo. Memiliki panjang kurang lebih 100 meter dan lebar 2,5 meter.

 Baca Juga: SOSOK Kartika Dewi Luthfiani Pengajar asal Grobogan Kini Jadi Mentor di Ruangguru

”Untuk kondisi kerusakan sudah hampir dua tahun dan hampir tiga tahun lamanya. Mulanya yang paling barat, disusul dua tiang lainnya. Ini semakin parah kondisinya, mobil sudah tidak berani melintas. Hanya kendaraan roda dua saja,” jelas Kepala Desa Jatiharjo Eko Agus Prasetyo.

Miringnya tiang-tiang jembatan membuat lantai jembatan yang terbuat dari beton bergelombang. ”Kalau melintas di atasnya memang nggak terlihat, hanya bergelombang saja. Tapi kalau dilihat dari samping, bahaya ya. Tiangnya sudah miring sekali itu,” ungkapnya.

 Baca Juga: Sat Lantas Polres Grobogan Gagalkan Aksi Balap Liar, Ratusan Motor Diamankan

Pihaknya berharap Pemkab Grobogan bisa membantu penanganan jembatan yang kini masih menjadi milik desa tersebut.

”Jembatan milik Desa Sidorejo. Sempat dilimpahkan asetnya ke pemkab tapi belum di-acc. Untuk perbaikan jika menggunakan dana desa (DD) akan membutuhkan biaya yang besar. Kami harap ada bantuan perbaikan dari BPBD maupun Dinas PUPR,” harapnya.

Baca Juga: Kisah Klaster Usaha Telur Asin Abinisa, Omset Usaha Semakin Meningkat Berkat Pemberdayaan BRI


Sedangkan salah satu warga Sidorejo, Hendrik mengaku khawatir setiap melintasi jembatan tersebut.

“Kalau bawa roda dua, mau nggak mau setiap hari lewat sana. Tapi harus pelan-pelan, takut jika sewaktu-waktu roboh. Kalau harus muter sekitar 8-10 kilometer. Harus muter lewat Tuko-Panunggalan dulu,” keluhnya.

Adanya jembatan tersbeut  menjadi akses satu-satunya untuk pendidikan, perekonomian hingga ke sawah. Jika terputus, tentunya akan melumpuhkan perekonomian warga di dua desa tersebut. (int)

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#grobogan #pulokulon #roboh #Nyaris #jembatan