Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Asyik! Dinkes Bagikan Sejuta Tablet Tambah Darah Bagi Remaja Putri

Intan Maylani • Selasa, 6 Agustus 2024 | 13:55 WIB

 

SEREMPAK: Pelajar SMP/SMA di Kabupaten Grobogan saat serentak minum tablet tambah darah saat di sekolah.
SEREMPAK: Pelajar SMP/SMA di Kabupaten Grobogan saat serentak minum tablet tambah darah saat di sekolah.

GROBOGAN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Grobogan tahun ini menyiapkan 1.900.700 tablet tambah darah (TTD) bagi remaja putri usia 10-18 tahun.

Pemberian tablet zat besi (Fe) tersebut dibagikan ke setiap sekolah setiap bulannya.

Plt Sub Koordinator Gizi, Remaja dan Usila Dinkes Grobogan Rumia Magdalena mengatakan, seluruh SMP dan SMA sederajat menjadi sasaran pemberian TTD tersebut. 

Baca Juga: DP3AKB Grobogan Tekankan Peran Ayah pada Pola Asuh Anak, Kurangi Kasus Kekerasan

”Mereka diminta rutin minum obat tablet Fe setiap pekan minimal 1 tablet. Sedangkan jika sedang menstruasi harus minum 1 tablet setiap hari,”imbuhnya.

Deteksi dini kesehatan remaja putri rutin dilakukan 30 puskesmas di Kabupaten Grobogan.

Dalam upaya mencegah anemia yang rentan terjadi para remaja putri. Gejala anemia ini kerap terjadi pada anak sekolah.

Salah satu dampak yang terlihat adalah merasa lemas, sering ngantuk, sering tertidur di kelas yang berakibat pada semangat belajar yang rendah.

”Tentunya dengan pemberian TTD ini dimaksud untuk meminimalisir potensi anemia yang berakibat terhadap kesehatan dan berpengaruh ke prestasi di sekolah. Karena mereka cenderung ngantuk dan lemas di kelas,” ungkapnya.

Namun, jika rutin meminum tablet tambah darah harapannya untuk mempersiapkan kesehatan seorang perempuan dalam persiapan menjadi seorang ibu nantinya. 

”Jangan setelah hamil baru rutin minum ini, namun saat remaja sudah harus dirutinkan karena untuk mencegah ibu yang nantinya melahirkan bayi dengan tubuh pendek (stunting) serta berat badan lahir rendah (BBLR),” jelasnya. 

Baca Juga: Mengenal Sosok Erieke Nindha Rahmayantie, Alumni Undip Asal Kudus yang Hobi Ngonten Makan-Makan Jadi Ladang Cuan

Sedangkan Kabid Kesmas dr Wahyu Tri Haryadi menambahkan, permasalahan kesehatan tidak hanya mengenai defesiensi energi dan protein seperti underweight tapi juga gizi lebih dan mikronutrien.

Salah satu masalah gizi mikro yang menjadi tantangan saat ini adalah anemia.

“Selain pemberian TTD kami juga menanggulangi dengan pendidikan gizi berupa promosi makanan gizi seimbang. Karena dengan makanan seimbang ini dampak yang akan dirasa setelah mereka menikah," ujarnya.

"Agar tidak terjadi anemia saat hamil, karena berpengaruh ke Hemoglobin (Hb), harapannya tidak ada yang kurang dari 12 g/dL,” imbuhnya. (int)

Editor : Ali Mustofa
#kesehatan #Zat besi #dinkes #hamil #remaja putri #sekolah #gizi #Anemia #Tablet Tambah Darah