Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Sungai Lusi Melimpas, Rumah Warga di Wirosari Grobogan Ini Terancam Longsor

Fikri Thoharudin • Senin, 1 April 2024 | 16:09 WIB
MEMPRIHATINKAN: Kondisi tanah longsor di halaman rumah warga Dusun Ngringgit, Desa Dapurno, Kecamatan Wirosari, yang kian meluas beberapa waktu lalu.
MEMPRIHATINKAN: Kondisi tanah longsor di halaman rumah warga Dusun Ngringgit, Desa Dapurno, Kecamatan Wirosari, yang kian meluas beberapa waktu lalu.

GROBOGAN  - Curah hujan tinggi dan limpasan air Sungai Lusi membuat tanah rumah warga di Dusun Ngringgit, Desa Dapurno, Wirosari, Grobogan, longsor.

Bahkan, beberapa rumah warga turut hanyut ke sungai itu.

Menurut modin setempat, Syu'aib, menyebutkan sejak 1980 hingga sekarang tercatat empat rumah yang sudah hilang.

”Saat ini masih terdapat empat rumah yang terancam hilang hanyut ke Sungai Lusi," kata bapak berusia 67 tahun itu Sabtu (30/3) sore.

Baca Juga: Dua Belas Tahun Tak Pernah Beli Elpiji, Warga Godong Grobogan Ini Justru Manfaatkan Gas Alam untuk Memasak

Menyambung, warga terdampak, Supartini, 61, bersama sang suami Suparman, 65, mengatakan, tidak ada pilihan lain selain bertahan di rumahnya saat ini.

"Kalau hujan saya ndak bisa tidur. Mau pindah ya pindah ke mana wong tanahe di sini," keluhnya.

Saat Jawa Pos Radar Kudus ke lokasi, Supartini mengajak untuk melihat kondisi bangunan belakang rumahnya yang sudah menggantung. Seketika membuka pintu belakang rumah. Langsung dihadapkan dengan tanah yang longsor sedalam 10 meteran.

"Saya kalau mau ke kamar mandi ini juga takut. Soalnya juga sudah nggandul begini bangunannya," ungkapnya.

Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat Sosok Muhadi, Pelestari Budaya dan Prakarsai Candi Joglo Semar Purwodadi Grobogan

Warga lain, Sunardi, 32, juga tak bisa berbuat banyak. Menyaksikan batas longsoran yang kian menuju tanahnya. Padahal upaya pemancangan secara gotong royong menggunakan bambu sudah dilakukan. Namun tidak bisa bertahan lama. Saat ini warga hanya berusaha membungkus tepian tanah yang longsor dengan terpal sebagai penjagaan.

"Panjang tanah longsor ini dengan bibir sungai sudah 15 meter. Semakin hari semakin parah. Apalagi kalau hujan dan air sungai penuh seperti pada pertengahan bulan ini. Tanah seperti jelly. Telusur," terangnya.

Selain itu, sekitar 20 meter setelah rumahnya, tanah longsor sejurus dengan masjid dan madrasah. "Ini ujung jalan (cor, Red) tanah di bawahnya sudah ngerong," ujar Sunardi menunjuk jalan sejurus dengan kompleks masjid.

Baca Juga: Melihat Penampakan 550 Knalpot Brong Hasil Razia yang Disulap Jadi Patung Garuda Bhayangkara di Grobogan

Terpisah, Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan SDA BBWS Pemali Juana, Bakti menyampaikan pihaknya masih berjibaku pada perbaikan kerusakan di saluran irigasi atau tanggul Sungai Wulan dan Godong. 

"Tidak ada yang diistimewakan, karena sumber daya kami juga terbatas. Baik tenaga maupun alatnya. Kalau ini tidak segera diperbaiki juga bisa menimbulkan krisis baru," jelasnya Minggu (31/3).

Menanggapi upaya penanganan bibir Sungai Lusi di Dusun Ngringgit yang longsor, pihaknya meminta untuk mengantre.

"Atau mari kami jalin kolaborasi dengan pemdes, pemda atau pemkab. Akan kami sediakan geobag textile, suplai bahan bakar (solar, Red), dan bahan-bahan untuk perkuatan tanah," sampaikannya.

Menurutnya, secara kewenangan pengelolaan sumberdaya air memang dari pihak BBWS. Pada prinsipnya pihaknya pun semaksimal mungkin membantu. Tapi karena tanggap darurat juga terjadi di daerah lain, mau tidak mau harus mengantre.

Baca Juga: Dua Belas Tahun Tak Pernah Beli Elpiji, Warga Godong Grobogan Ini Justru Manfaatkan Gas Alam untuk Memasak

"Atau kalau mau secepatnya ditangani, silakan dari pemdes atau pemkab kontribusinya apa. Kami bisa ngisi di bagian apa. Yang jelas untuk alat berat saat ini tidak ada yang nganggur," katanya.

Sementara itu, melihat akses masuk alat berat juga tidak bisa melalui daerah pemukiman warga. "Bisa lewat sungai tapi juga menunggu kering, mungkin pada kemarau nanti," pesannya. (fik/zen)

Editor : Abdul Rokhim
#wirosari #grobogan #sungai lusi #curah hujan #longsor