GROBOGAN – Diduga menderita ODGJ Nurul Huda warga Desa Latak, Kecamatan Godong tewas tertemper Kereta Api (KA) Blambangan No. KA 185 dari arah Banyuwangi menuju stasiun Tawang Kota Semarang.
Lokasinya di Km 38 + 2/3 Hilir di Latak Kecamatan Godong, Sabtu (23/3) sekitar pukul 05.30 WIB.
Kejadian berawal ketika korban Jumat malam (22/3) keluar dari rumah dikarenakan korban adalah ODGJ (orang dalam gangguan jiwa) yang sering jalan kaki keliling kampung.
Kemudian pada Sabtu pukul 05.30 WIB, masinis KA Blambang No. 185 melaporkan bahwa adanya temperan di jalur kereta api KM 38 + 2/3 Hilir ikut Desa Latak Kecamatan Godong melalui grup whats app KAI.
Dari informasi itu, ditindak lanjuti mendatangi lokasi tengah diantara jalur hulu dan hilir dan melaporkan kejadian ke Polsek Godong.
Dari kejadian itu, tim Inafis Polres Grobogan dan tim kesehatan UPTD Puskesmas Godong II untuk melakukan olah TKP.
Tujuannya melakukan pemeriksaan terhadap korban (jenazah) serta mencatat dan memintai keterangan saksi-saksi.
”Korban kecelakaan KAI karena korban diduga ODGJ dan warga Desa Latak atas nama Nurul Huda. Meniggalnya karena tertemper KAI,” kata Kapolsek Godong AKP Bambang Jumena.
Dari keterangan keluarga korban mempunyai penyakit kejiwaan (OGDJ) dan sebelum kejadian korban sudah pergi dari rumah selama 6 tahun tidak pulang.
Korban diketahui keberadaannya di Kabupaten Kendal dan diajak pulang oleh keluarganya.
”Berdasarkan keterangan saksi-saksi, hasil olah TKP dan hasil pemeriksaan terhadap korban bahwa korban meninggal dunia akibat tertemper Kereta Api Blambangan No. KA 185 dari arah Banyuwangi menuju stasiun Tawang Kota Semarang di KM 38 + 2/3 Hilir,” ujarnya.
Setelah keluarga korban mengetahui bahwa korban meninggal dunia akibat tertemper kereta api, keluarga korban menerimakan atas kejadian tersebut.
Pihak keluarga juga menolak untuk dilakukan Autupsi serta membuat surat pernyataan dan kemudian korban (jenazah) di antarkan ke kediamannya untuk diserahkan kepada keluarganya. (mun)
Editor : Ali Mustofa