Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Imbas Sungai Tuntang Meluap, 12 Kecamatan di Grobogan Dikepung Banjir, Berikut Daftarnya

Sirojul Munir • Rabu, 7 Februari 2024 | 05:25 WIB

 

BANJIR PARAH: Warga berada di Masjid An Nur Gubug, Grobogan, yang terendam banjir akibat luapan Sungai Tuntang, Selasa (6/2.
BANJIR PARAH: Warga berada di Masjid An Nur Gubug, Grobogan, yang terendam banjir akibat luapan Sungai Tuntang, Selasa (6/2.

GROBOGAN – Banjir terjadi lagi di Kabupaten Grobogan, pada Selasa (6/2).

Banjir ini kiriman air dari hulu Sungai Lusi, Sungai Serang, dan Sungai Tuntang tak mampu menampung debit air, akibat insentias hujan tinggi.

Sehingga menjadikan banjir di 12 kecamatan.

Dampak dari banjir tersebut, menjadikan Jalan Grobogan-Semarang ruas Godong-Tegowanu putus dan tidak bisa dilewati.

Kendaraan dialihkan untuk melewati Demak.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Grobogan Endang Sulistiyoningsih mengatakan, 11 kecamatan yang kebanjiran itu, Kecamatan Godong, Penawangan, Tawangharjo, Purwodadi, Toroh, Karangrayung, dan Geyer.

Kemudian Kecamatan Tegowanu, Kedungjati dan Gubug.

Banjir di Kecamatan Godong terjadi di Desa Werdoyo dan Desa Klampok.

Baca Juga: Tanggapan Dinas Terkait Maraknya Beras Bansos untuk Keluarga Miskin yang Diperjualbelikan di Pasar Blora

Penyebab banjir karena Sungai Jajar meluap, sehingga menggenangi persawahan, jalan perkampungan, dan rumah warga dengan ketinggian air sekitar 20-50 cm.

Rumah warga yang terdampak banjir ada 64 rumah. Banjir di Kecamatan Penawangan dan di Desa Toko ada 10 rumah terendam, Desa Jipang ada 24 rumah, Desa Pengkol 31 rumah, dan Desa Sedadi menggenangi persawahan.

Sedangkan penyebab banjir di Kecamatan Tawangharjo karena Sungai Lusi meluap.

Akibatnya, ada tujuh rumah terdampak Desa Jono, di Desa Selo ada 18 rumah rumah, dan Desa Mayahan ada 200 rumah.

Banjir juga menggenang Kecamatan Purwodadi. Di antaranya di Perumahan Asabri Blok A, B, dan C berdampak pada 15 rumah.

Juga di Perumahan Permata Hijau Purwodadi melanda 120 rumah.

Di Desa Cingkrong banjir menggenangi 14 rumah, satu pondok pesantren, dan SD N 1 Cingkrong. Ketinggian air sekitar 40 sampai 60 sentimeter.

Baca Juga: DUAR... Kontainer Adu Banteng dengan Truk di Godong Grobogan, Begini Kronologi dan Kondisi Sopir

Kemudian di Kecamatan Toroh, banjir melanda Desa Katong; Kecamatan Karangrayung ada di Desa Karangsono; Kecamatan Geyer ada di Desa Bangsri dan Desa Asemrudung dilanda banjir bandang.

Selanjutnya, di Kecamatan Kedungjati diserang banjir bandang. Meliputi Desa Ngombak, Desa Kedungjati, Desa Kalimaro, Desa Deras, Desa Padas, Desa Klitikan, Desa Jumo, dan Desa Wates.

Sementara di Kecamatan Tegowanu, banjir menggenangi Desa Karangpasar. Banjir berdampak pada 72 KK atau 214 jiwa dan 25 hektare sawah.

Di Kecamatan Tanggungharjo banjir menggenang di Desa Ngambakrejo serta di Kecamatan Gubug menyerang Desa Trisari, Desa Kuwaron, Desa Kunjeng, dan Jalan Raya Purwodadi-Gubug.

”Khusus untuk Kecamatan Gubug masih tergenang air, karena ada tanggul jebol di Kemiri dan di Sungai Tuntang. Ada empat titik tanggung yang jebol," ujarnya.

"Yaitu ada di Desa Kemiri, tanggul Tajemsari Sungai Cabean, di dekat Bendungan Glapan, dan di Jembatan Tuntang,” tandasnya.

Akibat banjir tersebut didirikan tiga dapur umum dan posko pengungsian.

Lokasinya di Kecamatan Tegowanu, Gubug, dan kantor BPBD Grobogan.

Namun, sebagian warga memilih mengungsi di rumah keluarga atau tetangga yang tidak terkena banjir. (mun)

Editor : Ali Mustofa
#tergenang air #grobogan #banjir #sungai tuntang #BPBD