GROBOGAN - BPBD Grobogan tengah mengusulkan rekonstruksi jalan dan jembatan rusak di 12 titik.
Pengusulan tersebut ditujukan langsung ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Grobogan Bondan Pujanarko mengatakan, ruas jalan yang diusulkan rekonstruksi yakni Kuwu-Dumpil senilai Rp 1 miliar, Tuko-Simo senilai Rp 5 miliar.
Baca Juga: Tampilkan Ragam Kesenian Kearifan Lokal Desa, Festival Muria Raya di Jepalo Pati Berlangsung Meriah
Keyongan-Batas Sragen dengan Rp 2 miliar, Mlowo-Randurejo senilai Rp 6 miliar, serta rekonstruksi jalan dan jembatan di ruas Jalan Keyongan-Suwatu dengan Rp 2 miliar.
Kemudian usulan rekonstruksi jembatan di Brati-Tegalsumur Rp 4 miliar, Simo-Mlowo senilai Rp 6,5 miliar, ruas jalan Gempol Payung Rp 6 miliar, Krai-Jambangan (klumpit) senilai Rp 8 miliar.
Krai-Jambangan (Bulakrejo) Rp 7,5 miliar, Jambangan-Ngrandu senilai Rp 5 miliar dan Jambangan Ngrandu (2) dengan Rp 4 miliar.
“Total anggaran yang diusulkan sebesar Rp 57 miliar. Digunakan untuk rehab dan rekonstruksi, baik untuk pembangunan jembatan itu sendiri, jalan dan juga talud. Rata-rata kerusakan disebabkan karena faktor bencana,” katanya.
Menurutnya, BPBD terus mengupayakan bagaimana infrastruktur yang rusak bisa segera diperbaiki, baik untuk jembatan dan jalan.
Semua yang tidak bisa di-cover pemkab, bisa diusulkan kepada pemerintah pusat untuk dilakukan perbaikan.
“Usulan ini ditujukan kepada BNPB karena memang anggaran pemkab untuk perbaikan infrastruktur sangat terbatas,” harapnya. (int)
Editor : Ali Mustofa