GROBOGAN – Sebuah gudang gas elpiji di Dusun Bulu Desa Belor, Kecamatan Ngaringan, milik Eko Puryant, 41, terbakar pada Jumat (1/12) sekitar pukul 17.28 WIB.
Api juga menjalar ke dua rumah warga lainnya.
Kejadian tersebut membuat warga yang berada di lokasi tidak berani mendekat.
Karena banyaknya tabung gas elpiji.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Kerugian materi ditaksir sekitar Rp 182 juta,” kata Kepala Satpol PP Grobogan Nur Nawanta.
Menurutnya, saat itu Suparmin, 45, yang tengah berada di gudang gas elpiji, melihat api dari salah satu tabung gas elpiji.
Kondisi itu langsung membuatnya berteriak meminta bantuan.
“Mendengar teriakan tersebut, warga mendekat. Namun api sudah membesar di dalam gudang tersebut. Karena api yang cepat membesar dan api berasal dari tabung gas, warga tidak berani membantu memadamkan api,” ujarnya.
Kejadian tersebut langsung dilaporkan ke kantor Pos Pemadam Wirosari untuk melakukan pemadaman.
Petugas damkar langsung menuju lokasi kejadian.
“Selesai pemadaman dan pe dinginan pukul 19.45.
”Penyebab kebakaran diduga berasal dari bediang sapi di samping gudang gas elpiji,” ungkapnya.
Api yang membakar gudang gas elpiji milik Eko Puryanto menjalar ke rumah milik Yasak dan Samiyem.
Akibat kejadian tersebut, Eko merugi sekitar Rp 100 juta, Yasak Rp 80 juta, dan Samiyem Rp 2 juta.
“Dua rumah ludes terbakar, sedang satu rumah lainnya hanya terbakar sedikit,” katanya. (int/war)
Editor : Ali Mustofa