GROBOGAN - Polres Grobogan bertindak cepat dengan menindaklanjuti kasus tawuran puluhan siswa SMK di Jalan Lingkar, Desa Menduran, Kecamatan Brati pada Jumat (6/10) lalu.
Ada empat siswa SMK dari SMK di Kota Purwodadi dan SMK di Kayen Pati.
Hingga saat ini status mereka masih saksi.
Meski demikian, Polres Grobogan dengan unit Resmob Polres Grobogan juga masih melakukan pemburuan kepada siswa yang terlibat dalam tawuran menggunakan senjata tajam (tajam) tersebut.
Terutama bagi pelaku pembacokan salah satu korban.
Kapolres Grobogan AKBP Dedy Anung Kurniawan mengatakan, hasil penyelidikan dari kasus tawuran antar siswa SMK di jalan Lingkar, Desa Menduran, Kecamatan Brati berhasil mengamankan empat siswa yang masih di bawah umur.
Mereka berasal dari SMK di Kota Purwodadi dan SMK di Kayen pati.
”Dari hasil pendalaman Resmob Satreskrim Polres Grobogan sudah kita amankan empat pelajar tawuran di tempat kejadian," katanya.
"Kami juga mempunyai puluhan data pelajar yang identitas sudah kami ketahui dari kedua belah pihak,” jelas AKBP Dedy Anung Kurniawan didampingi Wakapolres Kompol Gali Atmajaya dan Kasat Reskrim AKP Kaisar Ariadi Pradesa, Sabtu (7/10).
Selain empat pelaku dan daftar nama siswa SMK yang ikut tawuran, Polres Grobogan juga mengamankan barang bukti.
Di antaranya celurit panjang dua buah, satu sabit, pedang, satu gear sepeda motor, baju, celana dan jaket dari empat pelaku serta tiga sepeda motor.
Penanganan kasus juga kerjasama dengan Polresta Pati.
”Penanganan kami kerjasama dengan Polres Pati khsususnya di tempat ketempatan lokasi sekolah," imbuhnya.
"Ditambah lagi dengan Polsek, guru dan Kepala Sekolah dari masing-masing sekolah,” ujarnya.
Kejadian tawuran pelajar SMK ini berasal dari tantangan dari siswa SMK Kota Purwodadi dan SMK Kayen Pati.
Kemudian dari tantangan duel tersebut ditindaklanjuti dengan pertemuan tawuran di Jalan Lingkar Desa Menduran, Kecamatan Brati. Yaitu pada pukul 14.00 WIB.
Dari tawuran itu, ada satu korban mengalami luka bacok di kepala bagian belakang.
Korban masih dirawat di RS Siaga Utama.
”Kami akan tindak tegas kepada pelaku yang terbukti lakukan pidana," bebernya.
"Sampai saat ini yang diamankan dari keduanya dari pelaku atau korban kita dalami,” terang dia.
Dalam penanganan kasus tersebut, Polres dalam penanganan kasus tersebut menggunakan upaya prefektif dan preemtif dengan kasus kenakalan remaja.
Yaitu dengan membentuk Satgas bersama antara Polres Grobogan, Dinas Pendidikan dan seluruh di SMP dan SMK Grobogan.
Dengan melakukan akselerasi ke semua sekolah himbauan penyampaian ketentuan hukum dan melanggar hukum.
”Yang kita amankan dalami dari penyidik ini. Ada yang luka lebam saat diamankan ada yang diamankan masyarakat karena terjatuh saat lari naik motor," ujarnya.
"Mereka mendapatkan luka dan masih anak kita sebutkan identitasnya. Untuk sementara ini mereka masih saksi,” tandasnya.
Meski demikian, jika ada unsur pidananya akan ditindaklanjut dengan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Grobogan.
Selain itu, menghimbau kepada sekolah jangan segan-segan untuk berkoordinasi dengan Polsek maupun Polres untuk sama-sama melakukan pembinaan kepada pelajar siswa masing-masing.
”Saat ini pihak sekolah bisa melakukan pembinaan secara mandiri dan harus sinergi baik unsur rohaniawan dan kepolisin. Peran orang tua bisa melakukan pembinaan dan pengawasan anak,” tambahya.
Dari kejadian tawuran pelajar SMK ini akan ditindaklanjuti dengan melakukan pembinaan dari sekolah.
Sehingga siswa bisa fokus belajar dan mengejar prestasi lomba.
Kemudian kegiatan sosialisasi tentang hukum dan menindaklanjuti bagi pelanggar hukum.
Terutama bagi yang mengganggu ketertiban masyarakat. (mun)