GROBOGAN - Dalam waktu semalam, dua rumah di Desa Katong Kecamatan Toroh dan rumah di Kelurahan Kunden Kecamatan Wirosari terbakar. Satu rumah yang ludes terbakar diduga akibat korsleting listrik.
Kejadian pertama terjadi pukul 00.30 di rumah milik Karsijan, 63, warga Dusun Ketanggan Desa Katong Kecamatan Toroh. Saat itu rumah dalam keadaan kosong ditinggal pergi pemiliknya.
”Saat itu rumah dalam keadaan kosong. Kejadian kali pertama diketahun M Nachrowi, 35, tetangga korban. Saat melintas di depan rumah, ia melihat api dan kepulan asap dari atap rumah,” jelas Kapolsek Toroh AKP Saptono Widyo.
Saksi langsung berteriak meminta tolong. Teriakan itu langsung membuat kaget sejumlah santri yang lokasi pondoknya berada tak jauh dari rumah korban. Para santri turut berteriak meminta bantuan.
Mendengar teriakan tersebut, warga pun berdatangan ke lokasi kejadian dan melaporkan kejadian tersebut ke pos damkar serta Polsek Toroh.
Warga pun berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Namun api dengan cepat menghabiskan rumah yang didominasi bahan yang mudah terbakar.
"Beberapa saat kemudian, mobil damkar sampai di lokasi kejadian. Selanjutnya api dapat dipadamkan sekitar pukul 01.00 WIB," ungkap kapolsek.
Adapun rumah yang terbakar yakni rumah kayu berbentuk limasan dengan ukuran tiang 12 cm. Diduga api berasal dari korsleting listrik. Kerugian ditaksir sekitar Rp 55 juta.
Selang satu jam, kebakaran kembali terjadi di Kelurahan Kunden Kecamatan Wirosari. Kali ini diduga karena janggel jagung yang tak dipadamkan selepas memasak. Kejadian tersebut membuat dapur milik Sumarni, 65, warga Kelurahan Kunden Kecamatan Wirosari ludes.
AKP Saptono Widyo mengimbau kepada warga untuk waspada saat meninggalkan rumah. Serta jangan lupa mematikan api sisa memasak.
’Terlebih pada musim kemarau seperti ini. Didukung angin kencang, sehingga memicu kebakaran,” imbuhnya. (int)
Editor : Ali Mustofa