Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Sopir Ojol dan Juru Parkir Terlibat Cekcok di Jalan Pierre Tendean Purwodadi, Ini Masalahnya

Eko Santoso • Rabu, 12 Juli 2023 | 23:10 WIB
DEBAT: Juru parkir dan ojol cekcok di Depan SD Kristen 1 Purwodadi, Rabu (12/7).
DEBAT: Juru parkir dan ojol cekcok di Depan SD Kristen 1 Purwodadi, Rabu (12/7).

GROBOGAN - Adu mulut terjadi antara juru parkir dan driver online di Jalan Piere Tendean, tepatnya di depan SD Kristen 1 Purwodadi pada Rabu (12/7).

Hal itu terjadi lantaran ada kisruh lahan parkir. Sopir ojol bernama Bulat sempat diusir juru parkir setempat bernama Sumardi.

Keduanya sempat saling tantang. Bulat merasa tak terima ketika diusir Sumardi. Sebab menurutnya tempat yang ia parkiri memang sah untuk parkir. Karena tidak berada di area terlarang.

"Dia tidak memperbolehkan parkir. Dibayar juga gak mau. Padahal saya parkir di area yang diperbolehkan," jelasnya.

Karena diusir itulah ia emosi. Terlebih jukir tersebut kerap berbuat seenaknya. Di antaranya menggunakan area yang terlarang untuk parkir. Padahal jelas ada rambu-rambu larangan parkir.

"Sebelah selatan Jalan Tendean ini kan gak boleh. Dia malah mengarahkan parkir di situ. Kalau saya yang parkir di utara jalan, yang jelas-jelas boleh malah diusir," tuturnya.

Menurutnya, dirinya juga sempat menanyakan area parkir Jukir tersebut. Tetapi tidak dijawab.

Tak hanya itu, Jukir Sumardi juga kerap menggembesi roda mobil milik para driver online.

Sumardi sendiri menyebut alasan dirinya mengusir Bulat lantaran adanya bus yang datang.

Dia berniat meminta Bulat untuk pindah tempat. Agar bus bisa parkir. Dan meminta Bulat tak berlama-lama parkir di lokasi tersebut.

"Kalau yang area terlarang boleh parkir itu karena diperbolehkan Dishub. Dengan ketentuan tempat parkir penuh," tambahnya.

Pegawai perkantoran di Jalan Piere Tendean Yudi mengatakan sikap jukir itu kadang memang melebihi batas.

Ia mencontohkan dirinya yang parkir di area kantor tetap ditarik untuk membayar. Padahal untuk perkantoran tak boleh ditarik.

"Kami dulu sempat komplain hingga dinas perhubungan datang," imbuhnya.

Yudi mengatakan, dia ditarik parkir saat masuk. Kemudian saat keluar kantor dan masuk lagi ditarik kembali.

"Dulu sempat ditegur Dishub. Karena sempat menyerobot lahan parkir orang. Ia kalau minta parkir orang juga tak dikasih karcis. Sehingga banyak dikeluhkan," tuturnya. (tos/khim)

Editor : Abdul Rokhim
#juru parkir #grobogan #cekcok #purwodadi #ojol