Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Atasi Kekeringan, Warga Desa Sugihmanik Grobogan Bangun Rumah Penampungan Air

Abdul Rokhim • Selasa, 27 September 2022 | 20:29 WIB
DIBANGUN: Masyarakat saat bergotong royong membangun rumah air di Desa Sugihmanik, Kecamatan Tanggungharjo. (INTAN MAYLANI SABRINA/RADAR KUDUS)
DIBANGUN: Masyarakat saat bergotong royong membangun rumah air di Desa Sugihmanik, Kecamatan Tanggungharjo. (INTAN MAYLANI SABRINA/RADAR KUDUS)
GROBOGAN – Untuk mengatasi kekeringan, warga Desa Sugihmanik, Kecamatan Tanggungharjo membangun rumah air. Pembangunan rumah air ini sesuai hasil rembug bersama mengenai permasalahan warga terhadap kebutuhan air minum.

“Warga di sini terbantu adanya Universitas Diponegoro yang membangun rumah air di Desa Sugihmanik Kecamatan Tanggungharjo yang menjadi desa binaan mereka. Didirikannya rumah air bertujuan untuk mengembangkan potensi wilayah desa, serta networking melalui IPTEK,” jelas Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Iptek bagi Desa Binaan Undip (IDBU) Desa Sugihmanik Sri Hartini.

Pihaknya pun mengungkapkan rasa kegembiraannya atas antusias masyarakat yang membangun rumah air secara bergotong royong. “Masyarakat sangat bersyukur dengan adanya Rumah Air yang bisa dimanfaatkan untuk 40 kepala keluarga di sekitarnya ini,” ungkapnya.

Selain rumah air, di sana juga diterapkan teknologi Penampungan air hujan yang dilengkapi dengan sumur resapan. Teknologi ini dinilai sangat ramah lingkungan dalam upaya konservasi air karena memanfaatkan limpahan hujan untuk dimanfaatkan dan kelebihannya dikembalikan ke bumi melalui sumur resapan.

“Langkah ini telah menginspirasi beberapa warga untuk membuat sumur gali bagi lahan pertanian dan sumur resapan secara mandiri. Tim IDBU juga telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah Grobogan untuk berkolaborasi dalam memelihara air tanah dengan melakukan penanaman bersama di sekitar bantaran sungai dan pekarangan warga. Rencana ini juga mendapat dukungan dari masyarakat sekitarnya,” katanya.

Dia berharap langkah awal ini akan menjadi pilot project bagi masyarakat, khususnya pemkab untuk mempunyai kebijakan memasyarakatkan teknologi penampungan air hujan, sumur resapan dan memperbanyak sumur galian baik bagi akses air bersih maupun lahan pertanian. (int/mal) Editor : Abdul Rokhim
#grobogan #rumah air grobogan #rumah air #kekeringan grobogan