Lokasi itu berada sekitar 250 meter dari jalan Raya Purwodadi-Solo. Terletak di sebelah Selatan Balai Desa Geyer. Ada beberapa kleksi hewan di situ seperti merak, rusa, kakatua, burung hantu, hingga ikan koi dan gurami yang berada di sebuah kolam.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus, mayoritas pengunjung anak-anak yang didampingi orang tua. Sebagian datang naik odong-odong.
Kepala Desa Geyer Sri Budiyati menjelaskan lokasi tersebut semula sawah kering yang tidak produktif. Terletak di pinggir kampung, sehingga tak bisa ditanami. Dari situlah muncul gagasan untuk membuat fasilitas umum berupa taman.
Dari taman dikembangkan menjadi seperti kebun binatang mini dengan menambah koleksi hewan. Itu karena ada tempat penangkaran hewan di sekitar lokasi tersebut, sehingga dikombinasikan. Tujuannya sebagai wahana rekreasi warga sekaligus jadi tempat edukasi.
“Terutama untuk anak-anak seperti TK, PAUD. Biar mereka bisa melihat langsung hewan-hewan secara langsung,” jelasnya.
Warga yang datang tak dipungut biaya. Pemasukan desa hanya lewat parkir.
Sri Budiyati menjelaskan, orientasi pembuatan mini zoo itu memang bukan profit. Hanya ingin memberikan fasilitas pada warganya. Terlebih pembangunan wahana itu tak memakai uang desa, tetapi dipihakketigakan.
“Selain itu tujuan kami yakni membantu ibu rumah tangga di sekitar sini yang gak kerja. Dengan adanya mini zoo, mereka bisa berjualan,” terangnya.
Total ada belasan warga yang berjualan di lokasi itu seperti menjual makanan, minuman, hingga berjualan sayuran yang bisa dipakai pengunjung untuk memberi makan satwa di lokasi mini zoo. Pembangunan mini zoo itu dimulai sejak 2019 secara bertahap. (tos/mal) Editor : Abdul Rokhim