Rute dimulai dari Taman Kuliner Simpang Lima Purwodadi dengan melewati Jalan R Soeprapto Purwodadi, Jalan S Parman, Jala Jendral Sudirman, Jalan Bhayangkara, Jalan KS Tubun, Jalan Hayam Wuruk, Jalan Dokter Utomo dan kembali ke taman kuliner Simpang Lima Purwodadi. Acara tersebut terlihat meriah. Dimana setiap sepeda dihias dengan berbagai hiasan aksesoris. Begitu juga dengan pengontel sepeda juga memakai pakaian jadul.
Tidak ketinggalan, sepeda yang digunakan juga jadul. Dimana sepeda yang dimiliki sudah berusia ratusan tahun. Mulai dari tahun pembuatan 1895 sampai 1900 juga ada. Fisik dari sepeda tersebut juga masih orisinil.
Ketua Panggung Berclas Purwodadi Abi Manyu mengatakan, ngontel bareng sepeda tua juga ada penilaian untuk lomba. Yaitu sepeda tertua yang masih orisinil dan kategori kostum jadul jaman dulu masa perjuangan.
”Peserta lomba sepeda tua ada 50 sepeda. Yang ikuti ngontel bareng ada 85 nan peserta,” kata Abi Manyu.
Dikatakan, ngontel bareng sepeda tua ini bertujuan untuk nguri-uri budaya jawa. Selain itu, juga memeriahkan hari jadi Grobogan ke-296. Bagi peserta yang memiliki sepeda antik, panitia memberikan hadiah juara satu, dua dan tiga. Selanjutnya harapan satu, dua dan tiga. Sedangkan untuk sepeda jaman dulu dan kostum tebaik mendapatkan juara satu, dua dan tiga.
”Dari acara ini, kami berharap warga masyarakat bisa nguri-nguri budaya masa berjuang dengan bersepeda tua onta. Ini sekaligus mengenang jasa pahlawan dan mendoakanya serta memeriahkan hari jadi Grobogan,” terang dia. (mun) Editor : Ali Mustofa