Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

HUT ke-296 Grobogan: Tanpa Arak-arakan Kereta Kuda, Warga Tetap Antusias

Ali Mustofa • Jumat, 4 Maret 2022 | 16:50 WIB
TETAP MERIAH: Bupati Grobogan Sri Sumarni (dua dari kiri) menerima grobog di Pendapa Balai Desa Grobogan sebelum dikirab ke Pendapa Kabupaten Grobogan di Kecamatan Purwodadi kemarin. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)
TETAP MERIAH: Bupati Grobogan Sri Sumarni (dua dari kiri) menerima grobog di Pendapa Balai Desa Grobogan sebelum dikirab ke Pendapa Kabupaten Grobogan di Kecamatan Purwodadi kemarin. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)
GROBOGAN – Sekitar pukul 07.55 kemarin, warga Desa tampak memadati Balai Desa Grobogan, Kecamatan Grobogan. Mereka berjajar membentuk deretan di tepi jalan. Guna menyaksikan tradisi kirab boyong grobog yang digelar satu hari menjelang Hari Jadi Kabupaten Grobogan. Meski tidak ada penampilan kereta kuda, warga yang berdatangan tetap antusias menyambut tradisi setahun sekali ini.

Berdasarkan pantauan wartawan Jawa Pos Radar Kudus ini, pada pukul 08.14, Bupati Sri Sumarni dan Wakil Bupati Grobogan Bambang Pujiyanto tiba di pendapa Balai Desa Grobogan. Halamannya dipenuhi para tamu dari berbagai pihak, seperti kepala desa se-Kecamatan Grobogan.

Alunan suara gamelan dan sinden juga turut meramaikan telinga. Ada juga panggung yang didekor khusus bak zaman kerajaan zaman dulu. Tempat itu diduduki bupati dan wakil bupati Grobogan. Kehadiran mereka pun selanjutnya disambut dengan tari gambyong. Karena keadaan masih pandemi, saat itu kapasitas hanya dibatasi 50 orang.

Dari luar balai desa, tepat pukul 09.45 muncul sekelompok barisan prajurit membawakan benda-benda pusaka yang akan diserahkan ke bupati. Setelah sampai di hadapan bupati, kepala Desa Grobogan menyerahkan grobog dan pusaka keris untuk dibawa ke Kota Purwodadi.

Photo
Photo
Barisan pengirim boyong grobog mengenakan masker karena masih dalam suasana pandemic. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Bupati kemudian menerima grobog dan pusaka tersebut, didampingi kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) serta camat Grobogan. Setelah itu, grobog dan pusaka tersebut dimasukkan ke mobil untuk di arak menuju Pendapa Kabupaten Grobogan di Purwodadi.

Terlihat ada lima mobil yang bersiaga. Masing-masing ditumpangi bupati, wakil bupati, perwakilan Disporabudpar, serta untuk Grobog dan sesepuh, sekcam, dan kepala desa. Ada juga mobil khusus untuk prajurit dan sekar kedaton.

Perjalanan dari Desa Grobogan menuju Pendapa Kabupaten Grobogan hanya butuh waktu 11 menit. Setelah rombongan bupati tiba di pendapa kabupaten, rombongan disambut kapolres dan dandim 0717 Grobogan.

Sebelum masuk ke pendapa, bupati melaksanakan ritual cuci tangan dengan air yang berisi bunga. Diikuti wakil bupati beserta istrinya. Setelah itu, prosesi dilanjutkan dengan penyerahan pusaka dari bupati dan wakil bupati kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Sumarsono. Acara diakhiri dengan potong tumpeng.

”Boyong grobog yang berisi pusaka dan alat dari zaman pemerintahan terdahulu diboyong semuanya ke Kota Purwodadi," kata bupati. Tradisi tersebut menceritakan tentang pindahnya pusat pemerintahan dari Kecamatan Grobogan ke Kecamatan Purwodadi.

Bupati Grobogan Sri Sumarni mengatakan, pada perayaan Hari Jadi ke-296 itu, pihaknya berharap semoga masyarakat lebih sejahtera, memiliki daya saing, beriman, dan berbudaya. Sesuai dengan tema hari jadi tahun ini. Juga berharap semoga pandemi cepat berakhir dan perekonomian bisa pulih kembali. (ark/lin) Editor : Ali Mustofa
#grobogan #hut ke-296 grobogan #bupati grobogan #kirab boyong grobog #perayaan hari jadi