Kepala Disperindag Grobogan Pradana Setyawan melalui Kabid Pasar Daerah Arif Effendi Z mengatakan, uji analisis struktur bangunan akan dilakukan awal tahun depan. Setelah hasilnya diketahui, akan mendapatkan jawaban harus direvitalisasi total atau hanya sebagian bangunan.
“Namun, kami tetap usulkan revitalisasi ke Presiden RI saat berkunjung di Blora beberapa waktu lalu. Kami usulkan sekitar Rp 100 miliar, karena perbaikan total, dua lantai full, parkiran basement,” jelasnya.
Menurutnya, revitalisasi bisa saja dilakukan secara bertahap dari APBD. Namun, saat ini infrastruktur ekonomi belum menjadi prioritas pemkab. Sehingga akan sulit didapat. “Maka kami langsung usulkan anggaran ke pusat dulu,” jelasnya.
Pihaknya juga telah menyiapkan dua pilihan untuk relokasi pedagang selama revitalisasi nanti, mulai di Jalan A Yani tepatnya di stadion Kuripan hingga di sekitar Pasar Pagi dan Agro Jalan Gajah Mada.
Disperindag beberapa waktu lalu juga mendata jumlah pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini berjualan di emperan pasar. Ada sekitar 200 pedagang. Harapannya ratusan pedagang tersebut bisa diakomodir.
Sambil menunggu hasil uji analisis, saat ini Disperindag hanya melakukan perawatan ringan, seperti pengecatan palang dan perbaikan rutin di dalam pasar. “Adanya perubahan pengelolaan ini, kami berharap perkembangan Pasar Purwodadi secara keseluruhan semakin baik. Yakni pada sarana dan prasarana pasar semakin baik. Pedagang juga semakin lancar dalam usahanya dan semakin sejahtera,” jelasnya. (int/mal) Editor : Saiful Anwar